Medan, INTAIKASUS.COM - Gara-gara tergiur keelokan tubuh Bunga (bukan nama sebenarnya), dua remaja ABG melakukan perkosaan secara bergilir terhadap Bunga gadis idiot di sebuah rumah di kawasan Jalan Setia Maju, Desa Sunggal Kanan, Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang. Satu diantara pelakunya pelajar SMP.
Informasi dihimpun oleh media ini, Sabtu (19/9). Peristiwa perkosaan bergilir pada Kamis (17/9) malam. Awalnya, korban Bunga (24) bertemu dengan kedua pelaku yang tinggal satu kampung Desa Sunggal Kanan, Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang.
Selanjutnya, dua Anak Baru Gede (ABG) itu membawa Bunga warga Jalan Setia jadi, untuk jalan-jalan dan ternyata dibawa ke salah satu rumah dikawasan tersebut, disitulah korban digiliri pelaku.
Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, mereka menyuruh korban pulang lalu pelaku juga pulang ke rumah masing-masing. Sampai di rumah korban dengan menangis menceritakan duduk kejadian yang menimpa dirinya kepada orang tuanya.
Mendengar laporan putrinya dan atas kesepakan keluarga, Sabtu siang mendatangi Mapolsek Medan untuk membuat pengaduan secara resmi seputar kejadian tersebut.
Sewaktu berada di Mapolsek Medan Sunggal, pihak keluarga melihat tersangka DI (15) putus sekolah penduduk Jalan Setia Maju sedang menumpang betor membawa tv dan lainnya. Setiba melintasi Jalan TB Simatupang depan Mako Polsek tersebut langsung ditangkap pihak keluarga korban.
DI rencana hendak kabur dengan menumpang bus dikawasan Pinang baris, Medan Sunģgal, seterusnya tersangka diserahkan ke Mapolsek tersebut. Sedangkan satu pelaku lagi yakni, Dk (14) pelajar SMP penduduk Jalan Setia Maju sedang mengikuti pelajaran di sekolah.
Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Harry Azhar SH, SIK mengatakan," pihaknya masih pengusut kasus tersebut. Sedangkan korban dan seorang tersangka sedang menjalani pemeriksaan," ucap Harry.
Sementara itu, ibu tersangka DI mengatakan, kami datang ke kantor polisi untuk mengantar nasi untuk makan siang buat anakku karena dia ditangkap dan berada di Polsek
Sebetulnya, kasus ini tidak bergulir di ke kantor polisi. Pasalnya pada Jumat malam, kami datang ke rumah orang tua korban untuk berdamai.
Pihak korban minta Rp 5 juta, tapi karena tidak nemiliki uang sebesar itu dan tetapi kesanggupannya hanya Rp 2.500.000.
Karena tidak bisa memenuhi sesuai permintaan pihak korban, akhirnya pasrah maka kasusnya bergulir ke Polsek Medan Sunggal.
Terpisah, ayah kandung korban mengatakan, pihaknya mohon kepada kepolisian kasusnya cepat ditindak lanjuti. "Anak paling bungsu agak idiot dan sekolah aja hanya sampai kelas SD saja," jelasnya dengan mata berkaca-kaca melihat kejadian menimpa anaknya.
Ketika ditanya katanya pihak keluarga tersangka minta damai, tapi pihak korban minta Rp 5 juta. Karena tidak ada uang Rp5 juta, tapi yang ada cuma Rp2.500.000.
Ayah korban menjawab tidak ada istilah damai-damai dan idiot kok di perkosa. "Coba kejadian ini menimpah anak perempuan mereka, pasti bagaimana perasaannya," tuturnya. (Red)