Medan, INTAIKASUS.COM - Sungguh malang nasib Ratna Hutapea (21), warga Jalan Percobaan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan.
Ratna yang korban penganiayaan dan perampokan oleh oknum TNI terlihat kurang sehat dan masih menunggu kepalanya yang dipukul dengan batu dioperasi.
Ayah Ratna, Jhon Hutapea, menceritakan, anaknya itu mengalami tragedi mengenaskan di Jalan Setia Budi Gg Nusa Indah II, Kel Simpang Selayang, Kec Medan Tuntungan, Jumat (21/8/2015).
Saat itu, oknum aparat TNI Prada Sahedil alias Aidil yang bertugas di Yon Armed 2/105 Delitua, merampok Ratna dan memukulnya dengan batu hingga terjadi pendarahan hebat.
Tak hanya memukul dengan batu, Sahedil juga telah menghantam kepala korban dengan tabung gas Elpiji 3 Kg.
Hutapea mengatakan, bahwa mereka tidak mengetahui kemana lagi harus mengadukan kasus penganiayaan terhadap anaknya tersebut.
" Sudah tidak tahu lagi harus mengadu kemana. Entah sampai mana kejelasan hukum untuk anakku," ucapnya.
Menurutnya, belum ada keterangan dari pihak Denpom I/5 BB tentang kelanjutan kasus perampokan dan penganiayaan terhadap anaknya.
Denpom I/5 BB, telah menerima laporan tentang perampokan dan penganiayaan yang dilakukan Prada Sahedil. Dengan bukti laporan bernomor TBLP-05/VIII/2015/I/5. Prada Sahedil telah diamankan pada Senin (24/8/2015) lalu atau tiga hari pasca kejadian.
Sementara kondisi Ratna sampai sekarang ini sangat memperihatinkan, bahkan bisa sangat memburuk sebab perutnya masih berlubang dengan tiga lubang dan bernanah. Keluarga takut akan infeksi batok kepalanya yang masih ditanam dalam perutnya.
" Mau kami bawa kesana, hutang kami saja masih ada. Mau berobat pakai apa? " kata bapak enam anak ini.
Saat ini keluarga Ratna belum bisa melunasi biaya perawatan saat pertama Ratna masuk di RSUP H.Adam Malik sebesar Rp10 juta rupiah.
" Kami belum punya uang. Yang kemarin saja belum tertanggulangi di rumah sakit," ungkapnya.
Belum selesai masalah kepastian hukum dan soal biaya perawatan kesehatan Ratna.
Kini pihak keluarga kembali tertimpa masalah lain. Sepeda motor yang dirampok oleh Prada Sahedil, yaitu Honda Beat warna biru putih dengan nomor polisi BK 2396 AFL ternyata masih kredit.
Pihak showroom PT. Sukses Motor Globalindo tempat Ratna kredit kendaraan hanya bisa mengembalikan uang DP (Down Payment) sebesar Rp8,3 juta rupiah.
" Dari showroom bilang cuma DP saja yang dikembalikan. Padahal Ratna sudah membayar selama tujuh bulan angsuran dari sebelas bulan angsuran kereta (sepeda motor) tersebut. Tiap bulannya sebesar Rp 1.043.000 yang dibayar Ratna," jelas Jhon
Ia merasa kecewa terhadap showroom tersebut, karena uang bulanan 1.043.000 ribu yang dibayarkan Ratna selama tujuh bulan dianggap hangus.
Sudah jatuh ketimpa tangga lagi yang dialami Ratna pada saat ini," ucapnya.
(Red).