Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Medan, INTAIKASUS.COM - Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum petugas Polsek Medan Timur, Brigadir Daniel Sipahutar terhadap Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Bukhari saat hendak meliput seorang tersangka kasus penganiayaan, Roni mendapat kecaman keras dari Ketua DPP LSM Perintis.

" Kita minta kepada Kapoldasu dan Kapolresta Medan untuk memecat Polisi yang bergaya ala premanisme seperti itu. Namun jika tidak ada penyelesaiannya, kita siap akan melakukan aksi Solidaritas ke Polsek Medan Timur dan Polresta Medan," ujar Ketua DPP LSM Perintis, Hendra Silitonga melalui telepon selulernya, Sabtu (5/9/2015) siang.

Selain itu, Hendra mengatakan bahwa aksi yang dilakukan petugas Polsek Medan Timur tersebut sangat tidak boleh dilakukan.

" Citra Polisi itu sudah buruk jadi jangan diperburuk lagi. Tidak boleh polisi berbuat semena-mena seperti itu. Seharusnya ia bekerja secara profesional, terlebih lagi ia nekat menganiaya seorang wakil ketua sebuah Lembaga. Bagaimana lagi kalau kepada masyarakat awam," kesalnya.
Hendra juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Brigadir Daniel Sipahutar itu adalah termasuk penganiayaan berat.

" Memang mungkin menurut mereka prinsipnya kasus ini ringan, tapi korban itu adalah wakil ketua sebuah lembaga. Jadi menurut saya itu adalah kasus serius. Kalo perlu kita bantu LSM tersebut untuk melakukan aksi solidaritas," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Timur, Kompol Fransisca Munte membantah anggotanya melakukan aksi kekerasan tersebut.

" Saya sudah konfirmasi ke Kanit tentang hal itu. Namun tidak ada pencekikan itu. Pak Buchari masuk keruangan penyidikan langsung foto-foto TSK dan terjadi keributan. Saat itu anggota saya membawa keluar dari ruangan," ujarnya melalui pesan singkatnya.

Dilokasi terpisah, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin yang dikonfirmasi wartawan meminta kepada korban untuk melakukan visum ke Polresta Medan.

Menurut Kapolsek tidak ada dicekik, namun dirangkul keluar karena meliput masuk ketika juper sedang memeriksa. Dicekik itu pasti menyebabkan luka, silahkan saja bawa hasil visumnya ke Poresta Medan, tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, M. Bukhari (34) warga Jalan Jermal Kecamatan Medan Denai kesal bukan kepalang. Ia yang merupakan Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kebenaran Keadilan dicekik dan diseret-seret penyidik Polsek Medan Timur, Brigadir Daniel Sipahutar. Akibatnya, leher dan tubuh korban menjadi biram, Kamis (3/9) jam 13:00 WIB. (Red/Rom)
Share :









Leave A Reply