Oknum guru SD Negeri: 060927, berlokasi di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, berinisial J, berulang kali cabuli anak didiknya.
Pernyataan itu diucapkan Ucok, (nama samaran), warga Jalan Besar Medan-Deli Tua, kepada wartawan kemarin, Ucok mengaku anaknya yang sekolah di SD tersebut, telah dilecehkan oleh oknum guru olah raganya berinisial J.
" Anakku sudah jadi korban pelecehan seksual", kata pria berperawakan kurus itu.
Peristiwa yang sangat mencengangkan itu terjadi kepada anak bungsunya sebut saja Mawar (7). Dia telah dielus-elus kemaluannya oleh J. Kejadianya pada hari Sabtu (3/10) lalu, melalui cerita anaknya kepadanya.
Saat itu, anaknya dipanggil guru J, agar maju ke depan kelas, dengan alasan, mau melihat nilai anaknya. Setelah anaknya kedepan. Kemaluanya dipegangnya. Dikatakannya, bahwa perlakuan tidak senonoh oknun guru J itu, membuatnya kaget para orang tua murid.
Ucok juga menanyai anak keduanya itu, diketahui dari perkataan anaknya, bahwa kejadian itu, bukan yang pertama kali dilakukan J, namun sudah kedua kalinya, J memegang dan mengelus kemaluanya Mawar. Yang pertama dan kedua pada Sabtu lalu, katanya.
Sambungnya, bahwa dia telah mendatangi SD Negeri itu, untuk menanyakan kepada guru yang bersangkutan, namun sang guru tidak tampak kelihatan batang hidungnya. Ucok pun menanyakan kepada Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri:060927, dra Dermawati.
Kasek berjanji akan melaporkan keluhan kami itu ke Dinas Pendidikan (Pemko Medan). ketika disinggung kenapa Ucok mengatakan kami, dia menjawab, bahwa korban pelecehan yang dilakukan oknun guru J, banyak.
" Korbannya bukan saja anakku, tetapi banyak murid yang sudah digaraf J," jelasnya. Ada juga anak kelas enam, atas pengakuan dari orang tuanya. Bahwa kemaluan anaknya sampe keluar lendir, karena dikerjai oleh J. Butet (nama samaran), salah seorang wali murid mengaku, dirinya akan mengusut kasus ini sampai tuntas.
Dia mengaku kecewa, mengapa J, tega berbuat demikian kepada anak-anak murid SD.
Informasi yang diperoleh di lapangan, terungkapnya perbuatan tak senonoh yang dilakukan J, berawal ketika salah satu siswa kelas 6 SD Negeri itu, sebut saja namanya Kantil, warga Kelurahan Kedai Durian, mengatakan kepada orang tuanya, dirinya mengeluhkan sakit pada bagian selangkanganya.
Mendapat keluhan dari anaknya, ayah Kantil memeriksa kemaluan anaknya ke dokter. Setelah diperiksa secara medis, orang tua Kantil pun terkejut. Warga etnis Tionghoa ini melihat, bahwa kemaluan anaknya mengeluarkan buih.
Melihat hal itu, ayah korban langsung mempertanyakan kepada Kantil, gerangan terjadi. Sambil terus merintih kesakitan, Kantil dengan polos mengaku, bahwa beberapa hari lalu kemaluanya telah disogok-sogok oleh oknum guru J. Mendapat penjelasan dari putrinya, ayah Kantil mendatangi sekolah anaknya. Akan tetapi, pada hari itu ayah Kantil tidak bertemu dengan guru J, karena pada saat itu J, tidak masuk mengajar di sekolah.
Tak puas karena anaknya jadi korban percabulan, orang tua Kantil pun memilih melaporkan kejadian tersebut kepada Kasek, dra Dermawati, dan Kasek berjanji akan mempertemukan ayah Kantil dengan guru J.
Akibat perbuatan oknum guru J, para orang tua sisw mempertanyakan kepada anak-anak mereka terkait tindak tanduk guru olah raga tersebut. Disinilah perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru itu kian menguat. Sebab, sejumlah siswi mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru J itu.
Buyung (nama samaran), mengaku, bahwa, para orang tua murid datang ke SDN 060927, untuk meminta penjelasan kepada Kaseknya. Buyung juga mengaku, kalau anaknya telah menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru tersebut.
" Melati (nama samaran), anak Buyung, juga pernah dicabuli J, katanya.
Ditambahkannya, jika tidak ada kepastian tentang penderitaan anaknya, maka mereka akan melaporkan hal ini kepada polisi. Selain itu, Buyung pun memindahkan anaknya bersekolah lain di Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Dirinya juga berharap ada tindakan tegas terhadap J, agar tidak ada lagi kejadian serupa.
Kasek SD Negeri: 060927, Dra Dermawati saat hendak dikonfirmasi wartawan dikantornya, kemarin mengaku, pertama sekali orang tua murid datang pada Senin (5/8) lalu,
" Hari Senin mereka datang, meminta agar guru J di nonaktifkan. Mendengar pengakuan dari orang tua murid, saya lakukan cross check dengan yang bersangkutan. Saya tanya murid yang pernah dilecehkannya, secara detail, saya juga tanya kepada J. Ternyata ada beberapa murid saya tanya. Kemudian saya panggil guru J, untuk saya tanyakan juga, dia mengatakan.
" Kalau saya sengaja tidak ada, entah kalau tidak disengaja, itulah pengakuan J," ujar wanita berjilbab merah itu.
Lebih lanjutnya Kasek mengaku, telah memanggil pihak kepolisian, Kepala UPT, dan Dinas Pendidikan Medan Johor, serta pengawas sekolah. Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB, itu berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Dan menghasilkan rekomendasi agar oknum guru J di nonaktifkan sebagai pengajar.
Pantauan awak media, terlihat para orang tua murid yang memasuki ruangan Tata Usaha SDN 060927 untuk membuat pernyataan keberatan dengan pihak oknum guru J. Dalam pernyataan itu orang tua murid meminta agar pihak sekolah menghentikan guru J, sebagai pengajar di sekolah itu.
Tindakan pertama direkomendasikan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan agar guru tersebut tidak mengajar lagi. Saya kasihan melihat perkembangan mental anak murid yang terkena itu, kata Rostiana Ginting selaku Kepala UPT Dinas Pendidikan Medan Johor.(el/ Red)