Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Medan, INTAIKASUS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, dapat mengurangi kepekatan kabut asap. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah, Badan Lingkungan Hidup (BLH, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Rismawati.


Rismawati menambahkan, hujan deras di Kota Medan dipastikan dapat mengurangi ketebalan kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di Jambi, Riau dan Sumatera Selatan. Namun, bila pemerintah belum mampu mengurangi titik panas atau api, maka kabut asap dapat kembali menebal di Medan.


" Hujan yang mengguyur Kota Medan jelas akan mengurangi ketebalan asap. Apalagi, beberapa daerah lain, seperti Pekanbaru dan Jambi dilakukan hujan buatan dalam mengatasi kabut asap. Tentu saja, sangat berpengaruh, namun bila titik panas tak berkurang maka kabut asap akan kembali menyelimuti Kota Medan," ujarnya saat dihubungi, Minggu, (4/10/2015.


Dia menjelaskan, dalam konfrensi pers kepada media, BLH Sumut kepada masyarakat agar gunakan masker saat di luar rumah. Bahkan, dalam berbagai rapat, seluruh dinas untuk melakukan berbagai upaya agar tak ada masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
"Tugas BLH untuk melakukan pengukuran ketebalan kabut asap.


Diberbagai daerah yang kabut asap sangat tebal, berpotensi hujan asam. Bila terkena kulit langsung menyebabkan orang lebih gampang terserang penyakit," katanya. Sebelumnya berdasarkan baku mutu udara tingkat TSP normal seharusnya 230 mikro gram per normal meter kubik.


Sedangkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Bandara Kualanamu, Eks Bandara Polonia dan seputaran Kantor Gubernur seluruhnya berada di luar ambang batas.
" Untuk Kualanamu, TSP-nya mencapai 11236 mikro gram per normal kubik. Di Polonia 9169, sedangkan di Kantor Gubernur 4000 artinya udara sangat tercemar," pungkasnya. (Red/Net)
Leave A Reply