Salah seorang saksi yang juga mahasiswa Nomensen, DBH (21) mengatakan, saat bentrok berlangsung di depan KFC Jalan Sutomo, Medan, 3 orang tersebut mengalami luka akibat lemparan batu serta pukulan dari komunitas Batak sekitar pukul 17.30 WIB. " Tiga orang dibawa di klinik kampus. Itu pas bentrok di depan KFC," terang DBH.
Parahnya lagi, bentrokan itu tidak hanya melibatkan mahasiswa semata, namun juga oknum aparat kepolisian. " Tadi dilaga juga yang orang Batak sama polisi (yang bersuku) Nias. Jadi polisi ini pakai baju preman masuk, bantuin karena dipanggil orang Nias. Soalnya tadi ada polisi Nias masuk nodongkan pistol sama mahasiswa yang Batak," ungkap dia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Nomensen, Martin Simangungsong dan Kapolsek Medan Timur, Kompol Sisca Munthe sama-sama menjelaskan kalau kejadian itu dimulai karena perselisihan saat bermain futsal antar mahasiswa suku Batak dan Nias beberapa waktu lalu.
Anehnya, Martin dan Sisca mengaku kejadian tersebut tidak memakan korban tewas maupun luka. " Bentrokan terjadi antara kelompok mahasiswa Nias dan Batak. Yang luka sepertinya nggak ada. Cuma hanya lemparan batu, aku aja hampir kena," kata Martin di depan gerbang kampus.
Hal senada, Sisca pun berkata, " Tidak ada korban. Kurang lebih 10-15 menit kejadiannya berlangsung," sebut Sisca di lokasi yang sama. Atas bentrokan ini, pihak kampus dan kepolisian akan melakukan mediasi terhadap kedua komunitas suku yang terlibat bentrok, guna menemukan duduk permasalahan.
" Kita akan mediasi dari kedua kubu yang terlibat bentrok. Juga akan memanggil senior-senior agar ikut mendamaikan," tandas Martin. Untuk menghindari bentrokan yang lebih jauh, polisi tampak berjaga-jaga di kampus HKBP Nomensen. (Ana)