Medan, INTAIKASUS.COM - Proyek penggalian perbaikan drainase oleh pihak Dinas PU Bina Marga Medan yang berlokasi di Jalan Perjuangan Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal, nyaris memakan korban jiwa. Pasalnya pengendara sepeda motor yang melintas, yakni salah seorang bapak yang berboncengan dengan anaknya, terpeleset jatuh akibat tanah dari hasil galian tersebut yang dibiarkan tertumpuk dibadan jalan, hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu lamanya , Jumat (16/10/15) pagi.
Menurut penuturan korban yang terjatuh, yakni Husin Ritonga warga Kp lalang, saat itu dirinya berniat hendak pulang kerumah, setelah selesai mengantarkan anaknya Airunisa Ritonga dari kampus USU. Namun ketika melintas di Jalan Perjuangan, sepeda motor korban terpeleset akibat lumpur bekas galian parit yang tertumpuk-tumpuk hingga kebadan jalan.
" Saya baru pulang antar anak saya dari kampus USU, pas lewat Jalan Perjuangan ini, sepeda motor saya terpeleset jatuh, akibatnya pakaian saya dan anak saya kotor, terkena lumpur ", jelas Husin.
Kembali dikatakannya, bagaimana mau nyaman melintas, tanahnya saja tertumpuk hingga hampir memakan separuh badan jalan, sepertinya mereka bekerja sesuka hatinya saja membuang tanah hasil galian hingga ke badan jalan, ucap Husin.
Menanggapi hal tersebut, ketua Ormas Pergerakan Indonesia (PI), Jhonikson Sinaga, yang dimintai komentarnya mengaku, kesalahan tersebut akibat pihak Dinas PU Bina Marga Medan, sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.
" Hal ini terjadi akibat pihak Dinas PU sama sekali tak melakukan pengawasan terhadap pelaksana pekerjaan, yang notabenenya sebagai pemenang tender, akibatnya, mereka bekerja sesuka saja. Padahal pada peraturannya, setelah digali, tanah hasil galian tersebut sekaligus harus langsung diangkut dan dibersihkan.
Hingga tak tertumpuk-tumpuk memakan badan jalan agar tidak mengganggu kenyamanan warga serta pengguna jalan yang melintas. Akibatnya memakan korban terjatuh seperti saat ini, tegasnya.
Masih dikatakannya, ada indikasi kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak PU, diduga pihak pelaksana sudah memberi suap kepada oknum pengawas, akibatnya, selain dikerjakan asal-asalan, tidak menutup kemungkinan terjadi penyelewengan anggaran, yakni pihak pelaksana bisa saja mengurang-ngurangi bahan material, hingga akibatnya proyek perbaikan drainase tersebut diragukan kwalitasnya. (Red)