Medan,
INTAIKASUS.COM - Dua pemalak diciduk polisi saat beraksi di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Jalan Pandu, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (10/10/2015).
Kedua tersangka yang kini telah mendekam dalam sel tahanan itu adalah Riki Nainggolan alias Kiki (18) dan Erwin Syahputra alias Ewin (1
Kedua adalah warga Jalan Mahkamah, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota. " Kami mengintai mereka karena ada banyak pesan singkat yang masuk ke Call Center Polresta Medan yang melaporkan mereka sering memalak," kata Wakapolsekta Medan Kota, AKP Torang Niari Sinaga.
" Korban ini mengenali dua dari tiga pelaku. Kami mengintai mereka hingga beberapa hari," ujarnya.
Dia mengakui, dalam menjalankan aksinya, para pelaku tidak segan-segan melukai korban. Setelah berhasil menguasai harta benda milik korban seperti uang, ponsel, dan barang berharga lainnya mereka langsung melarikan diri.
Kanit Reskrim, AKP Martualesi Sitepu menambahkan, kawanan pemalak itu berjumlah tiga orang. Namun, seorang di antaranya baru saja meninggal dunia karena sakit. " Pelaku yang meninggal itu berinisial A. Dia meninggal beberapa hari sebelum kawannya ditangkap,"katanya.
Riki Nainggolan di Mapolsek Medan Kota mengakui dirinya sudah beberapa kali beraksi di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Dan sasarannya adalah warga keturunan Tionghoa.
Menurut dia, sejak tamat sekolah dia tidak punya pekerjaan. Ia pun nekat memalak.
" Kami pikir mereka (warga keturunan Tionghoa) banyak uang. Makanya kami sikat," ucapnya.
Dia menjelaskan, saat beraksi mereka sudah mengatur siasat dan peran masing-masing. " Aku yang mencegat, kemudian dia (Ewin) mengikat korban dan mengambil barang serta uangnya,kemudian menyerahkannya padaku.
Setelah itu kuserahkan kepada A," jelasnya.
" Setelah barang itu ada di tangan, kami langsung meninggalkan korban dan menjualkan barang-barang itu. Itulah kami bagi rata," sebutnya. (Brg)