Peristiwa tersebut terjadi saat handphone milik Manurung hilang. Tak tau dimana berada ponsel miliknya, membuat Manurung menuduh temannya yang telah mengambil handphone miliknya. Karena mereka sama-sama tinggi (setengah mabok), sehingga terjadi ketegangan dan berakhir dengan pemukulan yang dilakukan teman-temanya kepada Manurung.
Tidak hanya sampai disitu, penganiayaan itupun semakin memuncak, ketika Manurung ingin diparang oleh teman minumnya sendiri di lokasi. Menurutnya, hp tersebut diletakkannya di atas meja, namun ia pun kebingungan mencari HP nya kesana-kemari sampai akhirnya Manurung pun bertanya kepada Agus.
Namun Agus tidak mengetahuinya, lantas diapun pergi meninggalkan lokasi.
Kepergian Agus dari tempat minum, mengundang kecurigaan Manurung. Lantas Manurung memeriksa tempat duduk Agus. Benar saja, ketika diperiksa, ternyata hp milik Manurung berada di dalam tong sampah, tak jauh dari tempat duduk Agus, jelasnya.
Setelah Agus pergi, tak lama berselang, Agus pun kembali ke lokasi. Namun kedatangan Agus kembali membuat Manurung naik pitam. Dengan lantangnya Manurung pun menuduh Agus, dan mengancam akan memanggil polisi. Merasa bersalah, Agus pun kembali pergi.
Namun, Manurung yang geram ditemani James Sihotang yang tak lain adalah temannya, mendatangi Agus di kediamannya. Akan tetapi, kedatangan Manurung dan James membuat Agus jengkel dan emosi. Agus pun langsung mengambil parang dan mengejar Manurung.
Setelah Manurung berhasil dikejar, Agus langsung menghajar Manurung hingga babak belur. Bahkan, Agus nyaris membacok Manurung.
" Ketika aku mau di parangnya sama Agus, temanku Si James datang dan menghetikannya. Kalau tidak sudah putus kepala ku ini bang," terangnya saat membuat pengaduaan di Mapolsek Delitua, Kamis (29/10/2015) siang.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Jonathan Hutagalung, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa telah menerima laporan korban.
" Pengaduan Manurung sudah kita terima dan sedang dalam proses," pungkas Jonathan. (Znl)