Medan, INTAIKASUS.COM – Walau sudah melaporkan peristiwa pencurian sepeda motor miliknya, Desi (34) warga Jalan Denai Gg. Satu, Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Denai, tak tinggal diam. Dengan melakukan penyelidikan dan pencarian, ia berhasil membekuk Heri (36) warga Perumnas Mandala, yang merupakan pelakunya.
Tak hayal, korban bersama keluarganya yang mengetahui keberadaan pelaku di depan Kantor Lurah Tegal Sari Mandala I, Medan Denai, langsung menyergapnya. Bersama dengan warga lain, pelaku yang dikenal sering melarikan kereta calon korbannya, memukuli pelaku hingga bonyok, Selasa (27/10/2015) malam sekira pukul 21.00 WIB, kemarin.
Menurut pengakuan korban, yang ditemui wartawan dirumahnya, Rabu (28/10/2015) sore, menjelaskan peristiwa pencurian sepeda motor Honda Vario BK 6292 AFN warna hitam miliknya itu terjadi, Rabu (28/10/2015) sore sekira pukul 15.00 WIB.
Karena merasa kesal, korban pun mencari tahu dan menyelidiki siapa gerangan si pelaku yang berani mencuri sepeda motor di depan rumahnya diantara keramaian warga. Hal tersebut dilakukan korban, setelah terlebih dahulu melaporkan pencurian itu ke Mapolsek Medan Area.
Selidik punya selidik, rupanya, ada beberapa warga yang melihat tersangka, Heri saat itu berada di dekat rumahnya.
Mendengar hal itu, kecurigaan korban dan warga langsung mengarah kepada Heri. Pasalnya, Heri dikenal sebagai pelaku yang kerap mencuri dan kerap buat onar.
Ditambah lagi, selama seminggu tersangka terlihat, selalu lewat di depan rumah korban dengan gelagat mencurigakan.
Sampai pada tadi malam, korban pun mendapat informasi kalau Heri berada di depan kantor Lurah Tegal Sari, Mandala.
Dari situ, korban pun bergegas menuju kantor Lurah beserta keluarganya. Ternyata benar, korban melihat Heri disana dan langsung menuduh Heri telah mencuri kereta korban. Tau akan kesalahannya, Heri mencoba kabur. Tak hayal korban, langsung meneriakinya maling, hingga tak luput dari amukan warga.
" Selama 5 hari kami terus mencari dia, ternyata ada yang melihat dia lagi di depan kantor lurah. Pas kami datang, dia (Heri-red) mau lari bang, untungnya keluargaku dan warga berhasil menangkapnya. Awalnya, dia gak mau ngaku, namun setelah kami dapati kunci letter T dari tasnya, baru dia mengaku kalau dia yang ambil keretaku," ungkapnya saat ditemui dikediamannya.
Ibu beranak 3 ini mengatakan, dirinya sempat menanyakan kepada tersangka dimana keberadaan keretanya. Dengan wajah yang babak belur, pelaku mengaku sudah menjual kereta korban kepada seorang penadah di Perumnas Mandala.
" Habis ditangkap dan sempat dipukuli baru diperiksa, dia baru ngaku. Rupanya keretaku sudah dijualnya sama orang di Perumnas Mandala seharga Rp 2,8 juta," jelas korban.
Mendengar adanya keributan, petugas Polsek Medan Area pun turun ke lokasi. Selanjutnya, polisi mengamankan tersangka ke Mapolsek Medan Area.
Dari penuturan Desi lagi, Heri merupakan pemain lama yang sudah sering beraksi disekitar daerah rumahnya. " Memang pemain lama dia. Pernah juga mencuri di gang sebelah, cuma gak berhasil, ketahuan sama yang punya kereta dan dia berhasil kabur," beber korban.
Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Sehat Tarigan, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. " Memang ada tersangka ranmor yang kita amankan, tapi masih diperiksa penyidik," ucapnya. (Red)