Jakarta,
INTAIKASUS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berbicara mengenai counter terorisme di KTT G20 yang akan dimulai hari Minggu (15/112015). Langkah itu dilakukan menyusul aksi brutal teroris di Paris, Perancis pada Jumat 13 November 2015 waktu setempat.
Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi sebagaimana dikutip Okezone dari laman Setkab.
" Tentunya dengan kejadian yang baru saja terjadi di Paris, Perancis akan dijadikan diskusi yang sangat menarik," katanya kepada wartawan di Hotel IC Santai, Antalya, Turki waktu setempat atau Minggu hari ini.
Maksud diskusi akan berjalan menarik, menurut Menlu, karena Presiden Jokowi akan menyampaikan yang intinya pentingnya kerja sama internasional dalam pemberantasan terorisme.
" Semua saya kira, tidak ada satupun negara di dunia ini yang aman dari ancaman terorisme," tegasnya.
Menurut Menlu, tidak ada cara lain untuk memerangi terorisme selain dengan melalui kerja sama internasional. Dilansir laman
okezone.com
" Jadi, itulah yang akan disampaikan utamanya oleh Presiden pada saat acara working dinner dengan topik counter terorrism," paparnya.
Mengenai warga negara Indonesia (WNI) di Paris, Menlu Retno Marsudi menjelaskan telah melakukan koordinasi dan semua mesin perlindungan Indonesia telah bekerja dengan baik. Pemerintah telah berkoordinasi hotline ditambah menjadi tiga di KBRI Paris. Kemudian hotline di KJRI Marseille juga diaktifkan, dan tentunya hotline di Kementerian Luar Negeri.
" Jadi, so far untuk penanganan kasus di Paris lima hotline berfungsi dengan baik," jelas Menlu.
Menlu menjelaskan, Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Paris dan membentuk satu grup komunikasi Jakarta-Paris-Marseille. Hari ini, menurut Menlu, KBRI Paris melakukan peluncuran untuk mendapatkan informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban aksi teror di Paris.
" Sejauh ini Kemlu belum menerima laporan apapun terkait adanya korban dari WNI," ungkap Menlu. (Net)