Medan,
INTAIKASUS.COM – Kecamatan Medan Selayang, diprediksi akan tetap menjadi langganan banjir. Hal ini dikarenakan proyek pembangunan perbaikan drainase yang dilakukan PU Bina Marga Medan, terlihat asal jadi.
Seperti halnya pengerjaan drainase sepanjang pasar III Jalan Bunga Cempaka, Medan Selayang, dikerjakan secara terputus-putus.
Selain itu bentuk fisik bangunan tidak rata, terkesan dikerjakan secara asal-asalan (amburadul).
Sistem pengecoran pada bagian dasar dan dinding drainase yang dinilai ketahanannya sangat diragukan, dan di cor dengan mutu beton k125, tidak menutup kemungkinan dengan hitungan bulan saja sudah kembali rusak. Gawatnya lagi dibeberapa dinding drainase yang telah dicor, tampak berlubang dan retak-retak.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Bidang Intellijen dan Investigasi dari DPC Komite Eksekutif Aliansi Indonesia, Ir Apri Karno, pada saat menyambangi lokasi proyek tersebut mengatakan, " agar Dinas PU Bina Marga kota Medan dapat proaktif dalam melakukan pengawasan dan tidak hanya asal main tunjuk terhadap pihak perusahaan, yang melaksanakan pengerjaan proyek tersebut.
" Dilapangan kita tidak menemukan penanggung jawab pekerjaan yang bermarga Manalu untuk mengkonfirmasi pekerjaan yang asal-asalan tersebut. Dalam hal ini, negara sudah dirugikan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut," terangnya.
Kemudian, sambungnya, kami dari Komite Eksekutif Aliansi Indonesia mengharapkan kepada pihak Pemko yang terkait agar mengawasi pekerjaan tersebut, dan menghentikannya untuk pengerjaan yang lebih baik lagi," harapnya.
Berdasarkan dari pantauan Media ini saat dilokasi, pekerjaan yang dilakukan pemenang tender proyek drainase tersebut, tidak terlihat adanya pengawasan dari pihak konsultan PU Bina Marga Medan. Menurut keterangan salah seorang pekerja, pihak PU kadang-kadang saja datang mengecek ke lokasi.
" Jarang orang dari PU nampak disini bang, kadang-kadang saja dia datang. Kalau datang dia tetap berpakaian baju dinas. Orangnya kurus kecil, tapi jarang lah nampak disini bang ", ujar salah seorang pekerja, yang tak bersedia memberi tahukan namanya. (Red)