Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Dengan mata membiru dan kepala masih dibalut perban, Adi Supriadi (30) yang ngekos di Jalan Punak, Kecamatan Medan Petisah, mendatangi Mapolresta Medan didampinggi Rio Tampubolon,SH selaku kuasa hukum korban, Rabu (23/3/2016) sekira pukul 14:00 WIB.

Korban melaporkan kasus penganiayaan usai sembuh dari hantaman dirinya yang dialaminya pada saat korban bersama temannya duduk-duduk di Cafe PS sembari menikmati alunan musik di Cafe Polonia.

Saat itu korban (Adi Supriadi) bersama teman datang ke Cafe PS yang berada di Jalan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia tepatnya di depan ruko komplek CBD Polonia pada hari Sabtu (19/3/2016) lalu sekitar pukul 23.30 WIB. Sesampai di Cafe PS, korban bersama teman-temannya memesan minuman bir.

Hanyut dalam dentuman musik yang di putar pemilik Cafe PS lalu korban pun melantai untuk berjoget-joget, saat asik bergoyang bersama cewek yang diketahui bekerja sebagai pelayan di cafe itu, tiba-tiba saja pelaku yang mengaku sebagai cucu pemilik Cafe PS yang diketahui bernama Krisna. Memanggil cewek yang menemani korban bergoyang. Namun cewek itu tidak mau menemui pria yang memanggilnya.

"Saya bilang sama cewek itu, udalah lebih baik kau jumpai saja bapak itu," ujar Adi Supriadi. Karena merasa dicuekin, lalu pria itu mendatanggi cewek itu, yang ketika itu sedang menemani korban joget. Sewaktu pria itu mendatanggi cewek tersebut, pria itu langsung mendorong badan korban hingga Adi pun terjatuh. Begitu korban terjatuh, korban langsung bangkit berdiri. Setelah bangkit berdiri, korban tetap tidak memberikan perlawanan dan korban pun kembali berjoget bersama temannya.

"Karena situasi sudah mulai memanas, teman saya menyarankan supaya saya duduk dikursi tempat minum," ungkapnya. Kemudian, pelaku kembali mendatanggi korban sembari melontar kata-kata kotor, namun korban tidak menghiraukan pelaku.

Lantaran di cuekin korban membuat pelaku emosi dan langsung memegang botol sambil mendatanggi korban, karena suasana sudah tak kondusif lantas korban meninggalkan pelaku yang sudah tersulut emosinya, "pelaku langsung pun mengejar sembari memeggang botol dan langsung memukul kepala ku dengan menggunakan botol bir sebanyak 3 kali," terangnya.

Tidak sampai disitu, Lanjut Adi, lalu pelaku kembali menganiaya korban hingga mata sebelah kiri mengalami luka sobek dan biji mata korban memerah. Selain itu, Penjaga keamanan pun ikut menendang kepala koraban sebanyak 7 kali hingga wajah dan kepala korban bersimbah darah.

"Saya tidak mengenal pelaku yang memukuli aku, tetapi aku kenal ciri-ciri pelaku pemukuli ku," jelasnya. Ciri-ciri pelaku yakni, postur badan tinggi, kulit putih, tangan sebelah kanannya di penuhi tato, satu lagi pelaku berpostur badan kecil cucu pemilik Cafe PS tersebut dan salah bagian pengamanan di Cafe PS itu.

Karena wajah dan kepala korban berlumuran darah, lalu korban dibawa teman-temanya menuju ke Rumah Sakit Esthomohi di Jalan SM. Raja Medan dan korban pun dirawat selama 2 hari di Rumah Sakit tersebut. Akibat kejadian itu, korban mendapatkan 15 jahitan di kepala sebelah kiri korban dan mengalami lika sobek sepanjang 5 cm dan biji mata korban memerah dan membiru.

Atas kejadian itu, korban melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polresta Medan dengan nomo : STTLP/753/K/III/2016/ Resta Medan. Dan korban beharap kasus yang dilaporkannya segera terungkap dan pelaku secepatnya di ringkus. (Red)
Leave A Reply