INTAIKASUS.COM - Naas benar lika-liku kehidupan Mandasari Beru Ginting alias Manda (25). Pasalnya, usai bercerai dengan suaminya sekitar 4 tahun lalu, warga Jln. Mekar Jaya, Desa Namu Ukur, Kab Langkat, ini justru terjatuh dilubang yang sama dengan salah memilih teman lelaki.
Parahnya lagi, wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ini langsung digenjot sebanyak dua kali oleh Stephen Sembiring (29) pacar yang dikenalnya 3 bulan lalu dari jejaring sosial Facebook.
Tak hanya itu, Manda juga harus merugi puluhan juta setelah kalung emas seberat 3 gram, anting seberat 1,5 gram, uang tunai Rp 2,6 juta, 1 unit hp dan ATM yang berisi uang sebanyak Rp1,7 juta dibawa kabur pelaku, Sabtu (26/3/2016) kemarin.
Tak senang dengan sikap bejat tersangka, Manda bersama ibunya, R Beru Perangin-angin (45) pun mendatangi Polsek Sunggal guna melaporkan tersangka. Diceritakan Manda, awalnya dirinya berkenalan dengan tersangka dari facebook yang berlanjut hubungan lebih intens dari blackberry messenger (bbm) dan telponan.
"Saya ditambahkan dia (tersangka) sebagai temannya di facebook. Selanjutnya kami komunikasi dan bertukar nomor hp," ucap anak sulung dari 6 bersaudara ini. Seminggu terlibat komunikasi, Manda dan Stephen pun mengikat janji pacaran yang terus berlangsung via dunia maya (facebook)."Pengakuannya, dia anak Pekan Baru. Selama 3 bulan pacaran, kami gak pernah jumpa," terang janda beranak 1 ini.
Dijelaskan wanita berambut sebahu ini lagi, setelah 3 bulan pacaran, Stephen pun ngebet ingin bertemu dengan dirinya dan memilih datang ke Medan.
"Sekitar hari Kamis (24/3/2016) kemarin, dia (tersangka) datang ke Medan dan saya jemput di pool bus Makmur di Amplas. Dari situ, saya dipaksa dia ikut kehotel Padang Bulan dan kami menumpangi angkot. Disitu kami nginap selama sehari," ungkap Manda.
Selama berada di dalam hotel, Stephen yang diduga kerap melancarkan aksinya dengan menipu perempuan lainnya, pun langsung beraksi. "Di dalam hotel, tas saya diperiksa tersangka. Selanjutnya saya digenjot pelaku sebanyak dua kali dengan iming-iming akan dinikahi. Saya pun bingung kenapa nurut saja dan gak mau melawan," heran Manda.
Puas meneruskan nafsunya, Stephen semakin menunjukkan jati dirinya sebagai penakluk wanita. Sejurus saja, barang-barang berharga milik korban pun berhasil dikuasainya. "Dari hotel kami, ke rumah teman saya Awan (23) di kawasan Kampung Lalang, Jumat (25/3/2016) sekira pukul 13.00 WIB. Lalu saya ditinggal dirumah si Awan, sementara dia pergi minum-minum ke kafe sama si Awan," beber Manda.
Lanjut Manda, setelah seharian pergi, sekira pukul 23.00 WIB si Manda pulang dan ngaku kereta Beatnya dibawa si Stephen dengan alasan mau mengambil uang di Atm untuk membayar minuman. "Semua la dilarikannya bang. Aku pun gak nyangka bisa jadi kek gini semuanya. Padahal aku orangnya pelit, tapi entah kenapa aku bisa nurut-nurut saja dengan dia (tersangka). Aku pun yakin kalau dia anak Medan," kesal Manda mengakhiri.
Sementara ibu korban kepada wartawan mengaku tak tahu menau akan siapa Stephen yang merupakan pacar korban. "Gak pernah datang ke rumah, wajahnya kami pun tak tahu. Selama bekerja, dia (Manda) pun baru sekali pulang ke rumah sejak bulan Oktober 2015 lalu sampai sekarang. Biasanya dia tinggal di rumah majikannya," ucap wanita berjilbab ini.
Kanit Reskrim Sunggal, Iptu Nur Istiono saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan korban. "Belum sampai ke saya laporannya, mungkin masih di meja penyidik. Yang jelas pasti akan segera kita tindak lanjuti," tandasnya. (Rina)