Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara BJP Andi Ludianto mengatakan pihaknya bersama Kepolisian Polresta Medan dan personil lembaga pemasyarakatan melakukan razia di Rumah Tahanan Tanjung Gusta.

Dalam razia tersebut pada Sabtu 12 Maret 2015, melibatkan 624 personel Polresta Medan dan 30 orang anggota BNNP Sumut diterjun ke lembaga Tg Gusta Medan.
Menurut Andi, sembilan blok tahanan di Rutan Tanjung Gusta dengan jumlah tahanan dan napi 3.226 orang semuanya turut digeledah.

"Didapat senjata tajam, alat komunikasi, sisa narkoba dan satu paket sabu utuh yang didapat dari lemari tahanan berinisial A. namun, tidak diakuinya, tegas Andi.

Dia menambahkan, barang-barang bukti yang didapat selain sabu, diserahkan kepada petugas lembaga pemasyarakatan dan pemiliknya akan dilaksanakan pembinaan.

Razia besar-besaran ini digelar untuk mengungkap peredaran narkoba dan judi yang kerap terjadi didalam Rutan. tampak di Rutan Klas I A Medan Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Siswandi memberikan arahan kepada ratusan personel.

Selanjutnya tim dibagikan menjadi tujuh tim untuk memasuki Rutan Klas I A Medan. Sementara, Wakasat Reserse Narkoba Polresta Medan AKP Wira tampak memberikan tugas masing-masing tim.

Sesudah masuk, kami akan menunggu petunjuk dari Karutan, Jumadi. Penggerebekan akan didampingi oleh pihaknya. Untuk Polsek Medan Timur menyisir Blok I,Polsek Medan Kota Blok H,Polsek Percut Seituan Blok G,Polsek Delitua Blok E, Polsek Medan Baru Blok F, Polsek Sunggal Blok D, Patumbak Blok B dan Blok C," tutur AKP Wira.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto pun tiba di Rutan. Sebelum masuk ke dalam, ia juga memberikan arahan kepada ratusan personel.

"Kepada rekan-rekan semua malam ini kami kerja santai. Jangan terprovokasi dengan para tahanan. Semua celah terus dalam penggeladahan. Termasuk lipatan-lipatan baju, asbes yang bocor tetap diperiksa," ujarnya, Sabtu 12 Maret 2016 malam di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Usai memberikan arahan kepada sejumlah personel, tujuh tim yang telah dibentuk barangsur-angsur masuk ke dalam Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan. Tujuh tim yang sudah terbagi berangsur-angsur masuk ke dalam Rutan.

Namun sayangnya Kombes Pol Mardiaz melarang sejumlah wartawan untuk melakukan peliputan yang sudah tiga jam menunggu di Rutan Klas IA Medan. Mardiaz malah memilih-milih wartawan untuk masuk kedalam Rutan. Alhasil wartawan yang tak diizinkan masuk kedalam Rutan sangat kecewa dengan larangan Kapolresta Medan tersebut. (Rina)
Leave A Reply