INTAIKASUS.COM - Ada-ada saja ulah pasangan LGBT bernama Beny (21), dan Dani alias Sindy (24) yang kedua nya merupakan warga Mabar pasar I Kec. Labuhan Deli ini. Lantaran diterjang cemburu cinta, mereka saling adu jotos, Minggu (27/3/2016) dini hari.
Dani alias Sindy pada Wartawan menjelaskan awal kejadian itu bermula saat Ia baru saja pulang dugem bersama temannya di KTV Elegant yang berada di Jln. Gatot Subroto.
Namun, setiba di rumah kos yang disewa oleh keduanya, tiba-tiba Beny menghampiri korban sembari memarahi korban.
"Tadi aku baru pulang dugem dari KTV Elegant bersama teman ku laki-laki. Tiba-tiba dia (Beny) langsung memaki aku dan memukul aku sambil menusuk puntung rokoknya ke muka ku, bang," ujar Dani alias Sindy yang mengenakan kaos bewarna pink ini.
Sindy pun tak berdaya saat ia dipukuli oleh pacarnya itu hingga mengalami luka bakar di leher dan di pipinya.
Warga yang melihat keributan itu langsung melerai nya, namun sang pacar bernama Beny itu masih terus mengeluarkan emosinya sembari memukul korban.
Pasangan LGBT ini akhirnya di bawa warga sekitar ke Kantor SPKT Polsek Medan Baru guna menyelesaikan masalah yang dihadapi keduanya.
Sembilan tahun menjalani pasangan kekasih sebagai LGBT, Beny dan Sindy pun saling memaafkan dihadapan petugas Kepolisian Polsek Medan Baru. Dan keduanya diperbolehkan pulang oleh petugas.
"Ia bang, kami sudah saling memaafkan, karna pun malu kalau sudah begini tau orang banyak." kata Sindy.
Hal serupa juga yang dikatakan Beny bahwa ia mengaku salah karena sudah cemburu terhadap kawannya cindy. " khilaf aku bang. Namanya juga aku cinta sama dia (Cindy), kalau sudah begini iya kami sudah sepakat berdamai agar gak panjang sama polisi. Sudah 9 tahun kami berteman." Terangnya.
Terpisah warga yang rumahnya tak jauh dari kost kedua pasangan LGBT ini mengatakan bila pasangan ini sudah gili." Sudah gila mereka bang, kami melihat hanya bisa ketawa-ketawa saja. Karna memang tidak nampak kali mereka mengeluarkan jati dirinya." Ujar Iwan
Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonnic mengatakan bila kedua belah pihak sudah berdamai." Korban tidak jadi membuat laporan. Kita sudah data keduanya dan meminta mereka berdamai." Katanya. (Red)