Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Penertiban terhadap seluruh pedagang kaki lima yang menggelar lapak di kawasan Jalan Sutomo Medan merupakan harga mati yang tak dapat ditawar lagi. Pemko Medan telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk 'membersihkan' kawasan dari para pedagang yang selama ini menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas, rusaknya infrastruktur jalan maupun estetika kota, serta penyumbang tumpukan sampah.

Dari hasil rapat dengan SKPD terkait dan unsur Forum Koordiasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi di Balai Kota kemarin, salah satu strategi yang diputuskan yakni memblokir secara ketat seluruh akses masuk menuju Jalan Sutomo dan sekitarnya.

Selama ini pada saat melakukan penertiban, hanya 19 titik akses masuk Jalan Sutomo dan sekitarnya yang diblokir. Hasilnya ternyata tidak efektif, begitu pemblokiran dilakukan, para pedagang kaki lima justru berjualan di kawasan Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat. Tak ingin hal ini terulang kembali, maka dalam penertiban yang akan dilakukan nanti, sebanyak 32 akses jalan masuk menuju Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat juga ikut diblokir.

"Kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya harus bersih dari para pedagang kaki lima. Sebab, Pemko Medan telah menyediakan lokasi berjualan yang cukup representatif di Pasar Induk, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan," kata Wakil Wali.

Untuk itulah dalam rapat, Akhyar minta kepada Kadishub Kota Medan, Renward Parapat agar benar-benar melakukan pemblokiran sehingga tak satu pun pedagang yang bisa memasuki Jalan Sutomo dan sekitarnya untuk berjualan, termasuk kawasan Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat. Selain Dinas Perhubungan, Akhyar minta pemblokiran dilakukan dengan melibatkan instansi terkait serta didukung aparat Polri dan TNI.

Selanjutnya Akhyar menginstruksikan pemblokiran dilakukan sebelum para pedagang berjualan. Untuk itulah seluruh titik akses masuk dijaga secara ketat, selain petugas Dinas Perhubungan, pemblokiran juga melibatkan instansi terkait dibantu aparat TNI dan Polri. "Kalau seluruh akses masuk ditutup, bagaimana para pedagang bisa berjualan," kata Akhyar.

Dirut PD Pasar Kota Medan, Beni Sihotang dalam rapat itu juga memberikan masukan. Jumlah pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya saat ini semakin banyak. Sebagian diantara mereka memasukkan barang dagangannya mulai siang hari dan ditempatkan dalam ruko atau gudang yang telah mereka sewa.

"Malam hari barang dagangan mereka berupa sayuran dan buah-buahan diangkut dengan menggunakan becak barang. Untuk itu saya sarankan agar pemblokiran jangan dilakukan mulai malam hari, tetapi sejak pagi sehingga benar-benar efektif. Dengan demikian para pedagang tidak bisa berjualan!" ungkap Benny.

Akhyar sangat mengapresiasi informasi dari Dirut PD Pasar tersebut. Mantan anggota DPRD Medan ini langsung meminta kepada Kadishub Medan dan kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan selaku pimpinan aksi penertiban untuk menindaklanjutinya. "Jadi lakukan pemblokiran dengan ketat mulai sejak pagi. Jangan biarkan pedagang maupun barang dagangannya masuk!" tegas Akhyar..

Kadishub dan Kasatpol serentak langsung menjawab siap. Kemudian sebelum dilakukan penertiban, Kadishub mengusulkan agar digelar apel gabungan, Senin (14/3). Setelah itu dilanjutkan dengan patroli di seputaran Jalan Sutomo dan sekitarnya. (Yt)
Leave A Reply