Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Gara-gara takut ditangkap debt colector, lantaran menunggak kredit, pengendara mobil Xenia Silver BK 1353 IL yang dikendarai, Ali Imran (33) warga Jalan Meteorologi, Kompleks IAIN, harus berurusan dengan kantor polisi.

Pasalnya, demi menghindari kejaran debt colector, dirinya sampai menabrak pengendara kereta Honda Revo BK 2316 ACS bernama, Sulaiman (38) warga Jalan Cemara, Lorong 2 Barat, hingga tersungkur dan mengalami luka, Kamis, (7/4/2016) sore.

Beruntung Sulaiman tak mengalami luka parah dan hanya mengalami luka lecet akibat goresan aspal di lengannya. Namun, warga yang mengetahui kejadian tersebut, berupaya mengejar pengendara mobil Xenia yang menabrak Sulaiman hingga sampai ke Polsek Percut Sei Tuan.

Dihadapan sejumlah polisi dan warga di kantor polisi, Ali (33) mengaku jika dirinya terpaksa lari ke polsek, lantaran ingin dipukuli oleh pihak debt colektor yang mengejarnya dari arah Jalan Letda Sujono, Medan Tembung.

Dikatakannya, saat itu dirinya mengendarai mobilnya dari rumah, menuju ke Kantor Dinas Pendidikan di Medan, untuk mengantarkan baju hasil jahitannya. Namun, ditengah perjalanan, Ali dihadang sebuah mobil APV BK 6029 AG yang mengaku sebagai debt colector dari Adira.

"Aku Sama istri dan anakku mau ngantar pakain ini bang. Jadi pas di jalan tadi, mobil APV menghadangku. Katanya mereka Debt Colektor dari Leasing Adira bang. Kusuruh ke rumahku, mereka gak mau. Aku takut, soalnya mereka seperti mau memukuliku. Jadi aku lari aja sengaja menuju ke polsek.Tapi aku gak tau sampai nabrak orang bang yang pas baru keluar dari rumah, " aku Ali di Mapolsek Percut Sei Tuan.

Penjahit kain keliling kantor ini juga mengakui, bahwasannya dirinya memang telat membayar angsuran mobilnya seharga 3,5 juta selama 5 bulan. Namun dirinya, belum mampu membayarnya karena masih belum punya uang.

"Bukan punya niat gak mau bayar saya bang, kalau punya niat gitu, sudah dari dulu ku lakukan. Tapi ini kreditku sudah berjalan 2 tahunan dari 5 tahun angsuran. Dan pihak debt colektor mau membawa mobil itu. Sedangkan di dalam mobil ada bahan pakaian jahitan saya," akunya.

Kericuhan pun sempat terjadi di Polsek Percut Sei Tuan, hingga personil polsek menghubungi personil Lantas, selanjutnya Ali beserta pengendara kereta yang jadi korban serta debt colektor yang mengendarai mobil APV dibawa ke Polantas Percut di Jalan William Iskandar.

"Aku lagi dari rumah mau jemput anakku sekolah, tiba-tiba di tabrak sampai aku terjungkal ke aspal. Ku lihat, mobil yang nabrak aku tancap aja karena dikejar mobil APV. Jadi ku kejar dan kuteriakin rampok ," jelas Sulaiman.

Sementara, Firman (42) selaku perwakilan debt colektor Adira menyebutkan, dia (Ali) sering menipu pihaknya dengan berpura-pura akan membayar. Namun Ali keran menghilang hingga pindah rumah. Pencarian Ali dan unit mobil yang di kreditnya baru diketahui setelah tim pelacak mengetahui keberadaan mobil tersebut.

"Dia ini menipu saja. Sudah berulang kali saya tolong masalah angsuran, dibilangnya pulak kami mukuli dia, padahal mana ada kami mukul, kan itu kurangajar. Dia bilang juga awalnya nunggak 3 bulan, padahal 5 bulan. Totalnya semua Rp 18 juta. Kami taunya pun setelah tim kita ada yang melacak. Soalnya dia sekarang sudah pindah rumah," ucap pihak debt colektor di Polantas Percut dengan kesal.

Beberapa lama berunding, ketiga yang bersiteru akhirnya berdamai. Namun Ali harus rela pulang jalan kaki karena mobilnya masih diproses di Unit Lantas Percut. Begitu juga dengan pihak debt colektor yang mengurungkan niatnya membawa langsung mobil Ali.

"Kasusnya masih kita proses, karena korban pengendara kereta sempat membuat laporan. Namun, antara korban dan pengendara mobil sudah berdamai," kata salah seorang anggota Lantas Polsek Percut. (Mls)

Leave A Reply