Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Tidak tertutup kemungkinan, Makmur Sembiring Depari, SE, ayah kandung, Sonya Ekarina Sembiring Depari yang meninggal dunia akibat pendarahan di bagian otak karena tidak tahan dengan hujatan yang menimpa anaknya, rencananya akan dimakamkan besok, Sabtu (9/4/2016).
"Kemungkinan besok akan dimakamkan di Jalan Simalingkar. Saat Ini masih menunggu kabar yang lain," terang salah seorang pelayat yang enggan menyebutkan identitasnya, Jumat (8/4/2016).
Meninggalnya orangtua, Sonya Depari, membuat duka yang mendalam bagi keluarga. Di mana banyaknya pelayat yang mendatangi mengucapkan belasungkawa di kediaman korban di Komplek Perumahan Katelia, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor.
"Ya kami turut berduka. Kami minta supaya tidak ada lagi yang mem-bully anak kami itu," ujar pelayat. Diketahui, kasus siswi SMA Methodist 1 Medan, Jalan Hang Kesturi, yang mengaku sebagai anak jenderal kepada petugas Satlantas Polresta Medan, Ipda Perida Panjaitan, yang tak terima mobil Honda Brio saat berkonvoi di Jalan Sudirman ternyata benar anak dari Brigjen Arman Depari.
"Setelah saya dapat informasi saya tegaskan nggak punya anak perempuan dan anak saya laki-laki. Kemudian saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul keluarga besar saya, anak Sonya dari saudara saya," ungkap Arman lewat keterangan tertulis dari sumber baru-baru ini.
Disebutkannya, peristiwa yang terjadi usai pelaksanaan UN SMA terlihat dari video yang tersebar Sonya ucapannya meninggi dan menyebut anak jenderal ke Ipda Perida. Sebab mobil yang dikemudikan tak ingin ditilang petugas lantas.
"Memang banyak yang bertanya ke saya tindakan apa yang saya ambil. Nah, saya melihat ini memang ada sesuatu yang salah. Kemudian saya juga melihat bahwa ini mungkin karena dia mau jadi pahlawan di antara teman-temannya mungkin begitu ya. Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?" jelas Arman.
"Makanya saya lebih baik mengambil sikap, saya meminta maaf terutama kepada Polri bahwa apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak terpuji. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada petugas polisi yang kemarin bertugas dan berhubungan langsung dengan yang bersangkutan, saya melihat tindakan mereka cukup profesional dan sangat mengayomi". (Yt)