Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
                Ilustrasi

INTAIKASUS.COM - Niat Rangga (18) untuk pergi ke mesjid yang tak jauh dari rumahnya, namun di Jalan Prof. HM. Yamin sh, Kecamatan Medan Timur, terhambat sudah. Pasalnya, perjalanan pria yang baru lulus SMA ini, menuju mesjid mengendarai kereta miliknya, dirampas 8 orang debt colektor dan diduga seorang oknum TNI berpakaian lengkap layaknya ABRI, Minggu (17/4.2016) sekira jam 12.00 wib.

Akibatnya, Rangga mengurungkan niatnya pergi ke mesjid dan harus pulang dengan jalan kaki.
Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan, saat itu Rangga, pergi dari rumahnya dengan mengendarai kereta Honda Beat BK 5268 AFE menuju mesjid yang tak jauh dari rumahnya untuk shalat.

Beberapa meter dari rumahnya, Rangga dikejar 8 pria dewasa dengan mengendarai 4 kreta. Takut kalau dirinya jadi korban begal, Rangga lantas tancap gas dari orang yang mengikuti tersebut.

Alhasil, Rangga melewati Mesjid yang ditujunya, hingga ke Jalan Metal, Kecamatan Medan Timur. Disitu, dua orang yang mengejarnya tadi, berhasil memepet laju kendaraan korban. Selang beberapa menit kemudian, 3 orang lainnya juga menghampiri korban.

Kepada Rangga, keenam pria serta 2 diantaranya yang mengenakan seragam TNI lengkap, mengaku dari Leasing Radana Finance dan langsung meminta kunci kontak kendaraannya. Alasannya, lantaran kereta yang dikendarai Rangga sudah telat angsuran kredit cicilannya hingga beberapa bulan.

"Aku langsung dikejar sampai ke jalan Metal. Terus, mereka memepet keretaku. Katanya mereka debt colektor. Dua orang lagi rupanya TNI dengan pakaian lengkap. Lalu mereka merampas paksa kunci kontak kereta ayah saya yang saya pakai. Aku mencoba menahannya sambil menelfon ayah saya, tapi mereka cepat-cepat membawa keretanya kabur," kata Rangga kepada wartawan.

Akibat aksi perampasan yang terjadi di jalanan umum tersebut, warga mulai ramai melihat kejadian itu. Tak mau melepas buruannya, para debt colektor tadi langsung kabur dengan membawa kereta yang dipakai Rangga.

"Ramai tadi disini bang, kami fikir ada perampokan. Tapi kok ada TNI nya dua orang. Rupanya debt colektor. Sekarang ngeri kali debt colektor dan leasing berani kali narik kereta dijalanan macam perampok. Padahal itu gak dibenerkan. Anehnya, mereka menyewa oknum aparat dalam melakukan penarikan," celetuk Deni (33) warga disekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.

Sementara, Indra (46) orangtua Rangga mengaku kesal atas tindakan debt colektor yang semena-mena melakukan penarikan kreta yang dibawa anaknya pada saat berada di jalanan. Padahal, ia mengaku jika sudah mencicilnya selama 7 bulan dari 2 tahun cicilan.

Walau telat pembayaran dibulan berikutnya, Indra berniat membayarnya. Namun pihak leasing telah merampas kereta yang dicicilnya itu hingga menyebabkan trauma dan ketakutan terhadap anaknya.

"Saya pun terkejut, pulang-pulang anak saya jalan kaki dan mukanya ketakutan. Rupanya setelah saya tanyai, kereta yang dipakainya telah dibawa paksa sama debt colektor. Saya cek ke leasing Radana Finance di Jalan Bambu, Medan Timur, rupanya kereta saya ada disana. Saya coba membayar cicilannya selama 2 bulan, tapi pihak leasing gak mau mengeluarkannya," terang Indra dengan nada kesal.

Lagian, kata Indra lagi, ia menyesalkan kinerja aparat hukum (TNI) yang terlibat dalam membekingi debt colektor melakukan penarikan disetiap jalanan. Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Indra bersama anaknya berencana akan melaporkan perampasan tersebut ke Polresta Medan.

"TNI kan tugasnya bukan itu, ini malah ikut membekingi debt colektor dalam urusan ini. Berarti ini sudah membuat kecemasan bagi setiap masyarakat," ketus Indra, sembari menunjukan bukti cicilan pembayaran kredit kreta miliknya. (Rn)
Leave A Reply