INTAIKASUS.COM - Keluarga pasien dari Maladi Nst (58) sangat kesal atas pelayanan Puskesmas Medan Helvetia yang Tutup Pukul 14:00 WIB siang. Pasalnya, keluarga pasien datang ke Puskesmas Medan Helvetia pukul 12:00 WIB siang dengan mengendarai becak bermotor (Betor), Selasa (26/4/2016) lalu oleh petugas Puskemas mengatakan nanti pukul 13:30 WIB dibuka, semua pengawai saat ini sedang istirahat.
Oleh penuturan salah seorang petugas yang disebut-sebut keluarga pasien seorang dokter jaga, dokter tersebut menyarankan agar datang pada jam yang sudah ditentukan, besok saja kalian kemari pagi-pagi. Tak berapa lama keluarga pasien pun datang pukul 14:00 Wib, lagi-lagi petugas yang sama mengatakan Puskesmas tutup pukul 14:00 Wib kami tidak bisa melayani lagi. Akhirnya dengan hati kesal keluarga pasien Maladi yang menderita penyakit stroke, pulang kerumah dengan membawa segudang kekecewaan. Dan sembari mempertanyakan apakah benar pukul 14:00 WIB Puskemas Medan Helvetia itu tutup dan tidak menerima pasien lagi.
Hal ini dikatakan Ajidin kepada wartawan mengaku sebagai kerabat keluarga pasien dan kembali mendatangi Puskemas Medan Helvetia keesokan harinya, Rabu (27/4/2016) dengan mengambil nomor antrian, sembari mempertanyakan janji pelayanan yang terbaik itu dimana di Puskemas ini, dan misi Puskesmas Helvetia, menerapkan 5 S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan santun dimana, tanyanya kepada petugas.
Lalu oleh petugas mempertanyakan mana orangnya yang mau berobat itu, oleh Ajidin mengatakan orang yang mau berobat itu tidak sanggup lagi kemari, lalu petugas yang mengaku dokter Itu kembali mempertanyakan sakit bapak itu apa, lantas oleh Ajidin mengatakan saya tidak tahu apa penyakit bapak itu, kalau saya tahu tidak perlu lagi aku kemari, oleh Lina mengaku dokter, dengan kesal mengatakan saya ini mau membantu bukan mempersulit, lagian bagaiamana aku bisa mengetahui penyakit yang mau berobat itu dan menuliskan pada surat rujukan, ucapnya
Dari amatan diruangan dokter jaga, sempat terjadi adu mulut antara Ajidin dengan dr Lina, sontak para pengunjung terkejut akibat suara keributan. Untung ada salah seorang dokter lainnya yang mau menengahi dan mencari jalan keluar. Akhirnya hingga beberapa jam kemudian Ajidin membawa surat rujukan. (Yt)