INTAIKASUS.COM - Sebanyak 10 warga negara Indonesia yang ditawan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah dibebaskan sejak Minggu 1 April 2016. Dalam operasi pembebasan sandera tersebut, banyak pihak yang terlibat.
Mayjen Purn Kivlan Zein yang juga berperan sebagai negosiator menegaskan, pembebasan 10 WNI tersebut berkat adanya kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah Filipina, pemerintah Indonesia, TNI, serta intelijen dari kedua negara.
"Pemerintah Filipina, Indonesia, TNI, bekerja sama dengan intelijen Filipina, termasuk Nur Misuari," kata Kivlan Zein
Diketahui, Nur Misuari merupakan pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF). Ia merupakan tokoh yang cukup disegani.
Ia mengungkapkan, toko-tokoh, seperti gubernur wali kota, bupati, sampai kepala desa juga ikut berjasa dalam pembebasan 10 WNI tersebut. "Pemerintah mulai dari gubernur hingga kepala desa juga ikut membantu," ungkapnya.
Pembebasan para sandera, Kivlan menyatakan, dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan. Tuntutan akan bayaran yang diminta pihak Abu Sayyaf pun tidak dipenuhi guna membebaskan tawanan tersebut.
"Tak ada uang. Perusahaan yang akan membayar, sudah bawa uang, tapi enggak jadi bayar. Padahal uang sudah disiapkan. Karena (pembebasan) dilakukan dengan kekeluargaan," jelasnya. (Net)