INTAIKASUS.COM - Oknum security PTPN III kebun Sei Dadap dikenal arogan yang bernama Sya'ban, ia main pukul terhadap seorang anak yang bernama Arya Bayu (14), pasalnya Arya Bayu menampik atas tuduhan melakukan pencurian buah sawit yang disampaikan oleh oknum scurity tersebut.
Menurut keterangan korban Arya Bayu, warga jalan Sawo Lingkungan VII Kelurahan Sentang kecamatan kota kisaran Timur Asahan yang didampingi Suriadi paman korban kepada wartawan, Jum'at (10/6/2016) sekira pukul 21.00 wib di Mapolres Asahan mengatakan bahwa dirinya dianiaya oleh oknum scurity PTPN III kebun Sei Dadap pada Jum'at (10/6) sekira pukul 16.15 wib diareal perkebunan PTPN III kebun Sei dadap tepatnya diareal afdelling II, ujarnya.
Lebih lanjut Arya Bayu mengatakan, saat itu saya bersama beberapa kawan seusianya sedang menunggu bedug puasa sambil angon lembu milik orang tua, tiba tiba datang scurity kebun yang bernama Sya'ban dengan berpakaian preman langsung menuduh saya melakukan pencurian buah sawit milik kebun itu.
Saya merasa tidak melakukan pencurian ya saya menolak tuduhan tersebut, ketika saya menolak tuduhan itu scurity kebun itu langsung menghajar saya dengan cara menendang dan meninju muka serta dada saya, penganiayaan tersebut dia lakukan dihadapan kawan kawan saya. Akibat dari penganiayaan itu saya mengalami luka pecah bibir, kepala saya benjol dibagian belakang serta dada saya menjadi sesak, ungkapnya.
Terpisah, Suriadi (35) paman korban mengatakan, oknum scurity Sya'ban memang dikenal arogan diantara scurity yang ada di kebun itu, dan atas perbuatannya terhadap keluarga saya terlebih terhadap anak dibawah umur ini saya tidak terima dan saya telah membuat pengaduan ke Polres Asahan dengan bukti lapor nomor LP/466/VI/2016/SU/Res.Ash, tanggal 10 Juni 2016, serta saya juga akan membuat pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak yang ada di Asahan ini, biarlah semua ini diproses secara hukum, katanya. (Net)