Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
             Ilustrasi

INTAIKASUS.COM - Sebanyak 51 ribu dosen di Indonesia masih bertitel sarjana. Fakta tersebut merupakan salah satu pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Oleh sebab itu, melalui, Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Kemristekdikti membuka peluang beasiswa lanjut S-2 dan S-3 khusus bagi para dosen melalui skema Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) 2016.

Beasiswa tersebut merupakan kolaborasi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejak dibuka pada 2 Mei, saat ini peminat BUDI sudah ada 5.696 pendaftar. Padahal, kuota yang diberikan hanya 2.300 beasiswa, yang terdiri atas 2.000 penerima beasiswa dalam negeri dan 300 penerima beasiswa luar negeri.

"Biasanya, yang mendaftar sedikit. Kali ini banyak sekali. Artinya, masyarakat tahu informasi ini dan berminat," ujar Dirjen SDID, Ali Ghufron Mukti dalam sosialisasi BUDI di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Konsekuensi dari banyaknya pendaftar, tutur Ghufron, adalah ketatnya persaingan dalam proses seleksi dan kualifikasi. Apalagi, saat ini pendaftaran masih dibuka sampai 31 Juli 2016.

"Yang mendaftar ke luar negeri sudah 1.723 orang. Tetapi kalau pendaftaran luar negeri hanya sampai 4 Juni," ucapnya.Dilansiir dari laman okezone.com

Ghufron mengungkapkan, punya alasan tersendiri memisahkan beasiswa dosen dan nondosen. Menurut dia, dulu mendapatkan beasiswa cukup sulit. Namun, saat ini relatif lebih mudah, apalagi dengan adanya LPDP.

"Oleh karena itu, kami menggandeng LPDP. Karena meskipun dosen banyak yang pintar, tidak sedikit dosen yang gagal memperoleh beasiswa. Mereka kalah saing dengan fresh graduate yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, dipisahkan beasiswa dosen dan nondosen,". (Net)
Leave A Reply