Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Pemerintah Kota Medan sangat mengapresiasi adanya United Evangelical Mission (UEM) karena perkumpulan ini memiliki peranan dalam membangun mental dan spritual rohani seperti ajaran agama masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hal ini dikatakan Walikota Medan diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri saat menghadiri acara HUT ke 20 Internasionalisasi UEM 2016, Sabtu (11/6/2016) di Gereja HKBP Sudirman, hadir sejumlah mantan pimpinan Gereja di UEM, para pimpinan Gereja-Gereja serta aqnggota UEM, sekretaris Eksekutif UEM Departemen Asia Pdt Sonia Parera Mummel, Kepala Departemen Marturia Pdtr DR Welman Tampubolon, perwakilan UEM Hongkong Mr Leon Chan.

Dikatakannya, pembinaan dan pembangunan di bidang keagamaan di Kota Medan senantiasa memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya meletakkan landasan moral dan spritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah, dengan demikian manusia sebagai subjek pembangunan akan mampu menempatkan diri dalam harmonisasi hidup antara manusia yang satu dengan yang lainnya didalam masyarakat dan dengan alam lingkungannya serta dengan sang pencipta.

Menurutnya, Gereja-Gereja di Kota Medan merupakan suatu asset pembangunan bangsa dan Negara, Gereja telah banyak memiliki andil dalam memajukan pembangunan baik dari segi ekonomi maupun roda pemerintahan, melalui perayaan HUT ke 20 Internasionalisasi UEM ini diharapkan dapat berandil dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kebersaamaan ditengah-tengah masyarakat Kota Medan.

" Mari kita bersama-sama membina kerukunan hidup beragama yang sudah lama tercipta dengan baik di Kota Medan, hal ini sangat penting bagi kita mengingat kerukunan hidup beragama telah memberikan kontribusi penting atas terpeliharanya suasana kondusip Kota Medan. " ujar Syaiful.

Pendeta HKBP Sudirman Pdt DR Plasthon Simanjuntak mengatakan, UEM sudah ada sejak 1996 ditandai delegasi dan transfomasi UEM dalam siding raya di kota Bieliferd German, UEM tidak lagi sebagai badan misi kepunyaan Gereja-Gereja di German tetapi menjadi badan misi internasional dan oikumenis milik bersama Gereja-Gereja UEM di tiga benua yakni Eropa, ASfrika dan Asia.(Red)
Leave A Reply