Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Dewi Sartika boru Banjarnahor (34), warga Jln. Gagak Hitam/Jln. Mega, Gang Guntur, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal tewas setelah terjatuh dari atas becak motor (betor) saat dijambret dua pemuda mengendarai sepeda motor Honda Beat di Jln. Gagak Hitam/Ringroad, Medan Sunggal.

Ibu beranak dua ini tewas setelah kepalanya terbentur aspal. "Kejadiannya kemarin (Senin) sore pak. Kami kan mau pergi menjenguk mamak di kampung Aek Kanopan. Pas naik becak menuju Amplas, becak kami dipepet pelaku," kata Agustini, adik kandung korban di rumah duka, Selasa (25/10/2016).

Ketika dipepet, pelaku langsung merampas tas korban. Saat itu, terjadi tarik menarik antara korban dan pelaku. "Pas tas kakak ditarik, dia terjatuh ke aspal. Itulah, kepalanya lebih dulu menghantam aspal," kata Agustini sembari menidurkan anaknya.

Melihat korban terjatuh, penarik becak langsung berhenti. Mereka kemudian meminta pertolongan warga. "Kami sempat minta tolong sama warga. Itulah, langsung dibawa ke rumah sakit Tere Margaret Ring Road," ungkap Agustina. Karena luka korban cukup parah, ibu beranak dua ini pun meninggal dunia tak lama berselang.

Akibat peristiwa ini, kepala belakang bagian kiri korban berlubang, dan jari tangan kirinya patah. Selang Beberapa Menit Sang Ibu Ikut Meninggal Setelah gagal menemui ibunya yang sakit di Aek Kanopan karena tewas dijambret, belakangan ibunya yang sakit bernama Rusdaya boru Nainggolan (65) turut meninggal dunia.

" Kakak saya meninggal sekitar jam setengah sembilan (20.30 WIB) tadi malam. Berselang beberapa menit, ibu di kampung juga meninggal," kata Agustini boru Banjarnaor (26), adik kandung korban, Selasa (25/10/2016) siang.

Sebelum Dewi dan ibunya meninggal, ibu dan anak ini sempat saling bertelfonan. Saat itu, sang ibu meminta Dewi segera pulang ke kampung. "Mamak bilang, datanglah ke kampung. Kalau kalian datang, sehatnya aku. Ternyata, begini kejadiannya pak. Kakak meninggal, ibu juga meninggal," ungkap Agustini dengan mata berkaca-kaca.

Di rumah duka, para kerabat sudah tampak berkumpul. Mereka menggelar doa di ruang tengah rumah bercat hijau tersebut. Kepala Lingkungan I, Kelurahan Tegal Rejo, Junaidi Saragih yang ada di rumah duka mengakui maraknya aksi jambret di Jln. Gagak Hitam/Ringroad.

Bahkan, dalam sehari, aksi penjambretan tiga kali terjadi. "Inilah yang kami resahkan. Kalau anak-anak muda di sini, enggak ada nya yang jambret. Paling mereka duduk-duduk saja di sini," pungkas Junaidi.
Diingatkan Tukang Becak

" Sewaktu kami naik becak, memang kakak sudah diingatkan sama penarik becanya. Kata tukang becak itu, hati-hati, awas tas kalian dijambret," beber Agustini. Mendengar nasehat si pengemudi beca motor (betor), mendiang Dewi kemudian memindahkan tasnya ke bangku tengah becak.

Namun, saat itu, tiba-tiba dua orang pelaku datang dari arah belakang. "Mungkin kami sudah diikuti. Makanya tukang becak itu mengingatkan kami. Enggak lama dipepet, pelakunya langsung merampas tas kakak saya," kata Agustini dengan mata berkaca-kaca. (Red)
Leave A Reply