INTAIKASUS.COM - Acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar pihak Universitas Muslim Nusantara (UMN) di Jalan Garu II A Medan berubah menjadi bentrok mahasiswa dan pihak lembaga kampus, Rabu (5/10) sekira pukul 08.30 WIB.
Baku hantam yang terjadi sesama mahasiswa itu dipicu lantaran pihak lembaga kampus telah mengkudeta Presiden Mahasiswa (Presma) yang lama dan mengangkat yang baru secara sepihak.
Dalam bentrokan ini, satu orang mahasiswa mengalami luka dibagian kepala dan aula yang dijadikan sebagai berkumpulnya mahasiswa baru itu menjadi porak-poranda.
Perang sesama mahasiswa itu bermula ketika pihak universitas mengelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula dalam Kampus, Rabu (5/10) pagi. Di mana, ketika acara berlangsung, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) melakukan demo di dalam kampus sambil membakar ban bekas.
Dalam orasinya saat itu, mereka mempertanyakan legalitas PJS Presiden Mahasiswa UMN yang baru, Roy Ikriadi, yang diangkat oleh pihak kampus dengan cara mengkudeta Presiden Mahasiswa yang masih aktif, Wawan Kurniawan Saragih, secara sepihak.
Selain itu, Katanya, pengangkatan terhadap Roy Ikriadi tidak dengan dasar yang jelas ataupun tanpa mengikuti aturan di dalam tata laksana kampus (konstitusi keorganisasian mahasiswa).
Akan tetapi, aspirasi yang diungkapakan mahasiswa itu rupanya membuat pihak dari lembaga kampus yang kebetulan menjadi panitia acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKNB) saat itu tersinggung.
Alhasil, mereka, pihak lembaga kampus berang. Dengan berniat menghentikan aksi mahasiswa, mereka beramai-ramai dikomandoi Eka (pelaku yang diamankan) menghampiri pendemo sambil berteriak menyebut "Hentikan aksi yang kalian buat itu,"sebut orang-orang lembaga kampus itu dengan maksud agar aksi demo yang dilakukan mahasiswa segera dihentikan dengan nada tinggi.
Sayangnya, sikap 'orang universitas' itu direspon negatif oleh mahasiswa. Mahasiswa melawan dengan melayangkan makian. Tak pelak, suasana menjadi memanas. Cek-cok mulut antara pihak lembaga kampus dan mahasiswa pun tak terhindarkan.
Tak ada yang mengalah dan menengahi kericuhan itu membuat keributan semakin parah dan tak terkendali.
Tak terduga, di awali pemukulan terhadap salah seorang mahasiswa. Bentrok antara pihak lembaga kampus dan mahasiswa itupun pecah. Kedua kubu saling serang satu sama yang lainnya.
Suana yang mencekam jelas membuat mahasiswa-mahasiswi baru serta mahasiswi UMN kocar-kacir keluar area Kampus.
Bentrok pun terhenti setelah pihak gabungan kampus yang terdiri dari security dan pihak universitas lainya turun melakukan peleraian. Tak ada korban jiwa dalan insiden tersebut, namun dua mahasiswa dikabarkan terluka satu diantaranya terpaksa dibawa ke klinik lantaran mengalami bocor dibagian kepala.
Tak lama berselang, pihak kepolisian sektor Patumbak dipimpin langsung oleh Kapolsek Patumbak, AKP Afdal Junaidi terjun ke lokasi bentrok. Kedatangan petugas kepolisian pun seketika membuat suasana menjadi lebih kondusif.
Menurut keterangan salah seorang mahasiswa, yang engan menyebutkan namanya, kejadiaan ini terjadi akibat kebijakan yang telah dibuat oleh pihak Rektorat. Sebab, kata dia, mereka menilai pihak Rektorat ingin memecah belah mereka sesama mahasiswa.
"Salah satunya permasalahanya ya ini, mereka mengkudeta presiden mahasiswa (presma) yang lama secara sepihak dan mengangkat presiden baru si Roy. Yang mana, pengangkatan itu tanpa dasar yang jelas ataupun tanpa ada diatur di dalam tata laksana kampus (konstitusi keorganisasian mahasiswa),"katanya.
Akibatnya, lanjut dikatakan pria bertubuh putih ini, sesama mahasiswa yang berlainan kubu harus berurusan dengan pihak kepolisian karena telah melakukan tindak pidana.
"Ada korban dari pihak kami yang dilakukan oleh pihak lembaga. Korbannya si Rizi, tersangkanya si Eka. Sekarang si Eka sudah diamankan di Polsek Patumbak,"tandasnya.
Kapolsek Patumbaka, AKP Afdal Junaidi ketika dikonfirmasi, Rabu (5/10) membenarkan peristiwa tersebut.
"Benar, tadi ada kerusuhan. Dua orang kita amankan,"pungkasnya.
Pantauan kru media ini, setelah mendengarkan ucapan dari Kapolsek Patumbak, AKP Afdal Junaidi dan beberapa petinggi Universitas. Masing-masing mahasiswa dan pihak lembaga Kampus langsung membubarkan diri dengan tertip. (Udn)