INTAIKASUS.COM - Tim Begal Unit Reskrim Polsek Medan Barat menindak lanjuti laporan korban begal yakni Karyawan swasta bernama Gustiawan Pratama (22), warga Jalan Mukhtar Basri, Lorong Suratman, Kelurahan Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur, dimana korban disatroni delapan orang begal saat melintas di Jalan Yos Sudarso persisnya di depan swalayan Maju Bersama pada akhir Januari lalu.
Dalam pengaduannya, Sepeda motor miliknya Honda Beat bernopol BK 6967 ARB leong dibawa kabur komplotan begal, saat membuat laporan pengaduan ke Polsekta Medan Barat dengan nomor LP/39/I/2015/SPKT/Resta Medan/Sektor Medan Barat tgl 31 Januari 2015.
Dari laporan itu petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan MRW alias Acong (22), warga Jalan Garuda, Lorong Sarion, Perumnas Mandala, Kelurahan Tegal II, Medan Denai yang berada di kawasan Jalan Pancing Medan.
Tanpa perlawanan Acong menyerah saat disergap petugas pada Selasa (4/10) malam. Selanjutnya Acong yang pernah terlibat kasus narkoba ini digiring ke Polsekta Medan Barat. Dari hasil interogasi penyidik, Acong juga pernah beraksi di fly over Pulo Brayan dan di Jalan Wahidin pada Januari 2015.
Kapolsekta Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu dalam keterangannya menjelaskan, korban dirampok pelaku yang berjumlah delapan di kawasan Jalan Yos Sudarso pada akhir Januari 2016. Kemudian dari hasil penyelidikan pihaknya mengetahui dimana keberadaan pelaku.
" Saat beraksi, Acong mengancam dengan mengunakan senjata tajam, pelaku berjumlah delapan orang menghadang korban. Pelaku langsung mematikan kunci kontak sepeda motor korban. Lalu setelah berhenti pelaku langsung mengancam korban dengan senjata tajam dan sepeda motor diambil pelaku," ucap mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Rabu (5/10/2016).
Sambung Victor, dari pelaku Acong disita barang bukti berupa satu klewang yang terbuat stainless steel bergagang besi berikut sarungnya yang juga terbuat dari besi warna hitam sepanjang 60 cm.
"Barang bukti sebilah klewang kita amankan. Nah dari pengakuannya, pelaku sudah dua kali merampok di Jalan Wahidin dan fly over Pulo Brayan," pungkasnya. (Rn)