INTAIKASUS.COM — Hulman Sitorus Pane (55), warga Desa Gunting Kopo, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Siantar, tewas setelah dihajar oleh Junaidi (23), anak kandung Hulman Sitorus, Senin (5/12/2016). Kejadian naas ini terjadi pada Minggu sore (4/12/2016) setelah Hulman Sitorus Pane pulang dari kedai tuak dalam keadaan mabuk sehingga terjadi percekcokkan yang berujung terjadinya duel antara anak dan bapak tersebut.
" Kejadiannya pada Minggu, dugaan kita kalau pembunuhan ini dilakukan oleh anaknya yang paling kecil. Ada saksi yang kami periksa melihat keduanya duel di dalam rumah," ujar Kanit Reskrim Polsek Garoga, Aiptu Dodi Bastari saat berbincang di RSUD Djasamen Saragih.
Tono (21), warga yang melihat anak dan bapak tersebut duel mengatakan kepada polisi bahwa dirinya melihat Junaidi menginjak-injak Hulman hingga tergeletak di pintu depan rumah.
" Warga yang menyaksikan juga hendak ingin memisahkan pelaku, namun karena warga melihat korban sudah tergeletak di depan pintu, jadi warga tidak ada yang berani karena pelaku saat itu masih terlihat marah," bebernya.
Para warga juga sempat melihat Junaidi menarik Hulman ke dalam rumah menyelimuti Hulman dengan selimut dan kemudian Junaidi melarikan diri dari rumah tersebut. Informasi yang dihimpun wartawan dari keluarga dan warga yang hadir ke RSUD Djasamen Saragih untuk melihat jenazah Hulman Sitorus diotopsi, bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Hulman Sitorus dijemput oleh istrinya, Tabita Nainggolan dari kedai tuak dekat rumah. Namun di saat yang bersamaan Junaidi yang sedang makan diruang tamu melarang ibunya menjemput Hulman Sitorus, namun Tabita tidak menghiraukannya. Junaidi disebut sempat marah terhadap ibunya.
Setelah Hulman kembali kerumah dalam keadaan mabuk, Junaidi dan Hulman pun adu mulut di luar rumah yang kemudian membuat Tabita Nainggolan lari kerumah tetangga. Kemudian keduanya bertengkar dan melakukan duel.
Dari hasil otopsi di RSUD Djasamen Saragih, Hulman Sitorus meninggal karena adanya benturan benda tumpul di bagian kepalanya. (Net)