Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Kekerasan masih menjadi satu momok menakutkan bagi masyarakat Sumatera Utara. Dalam catatan KontraS, sepanjang Tahun 2016 terjadi 74 kasus kekerasan yang mengakibatkan 105 Korban luka dan 13 orang meninggal dunia. Data yang terhimpun merupakan tindak kekerasan dalam kategori langsung seperti penganiyayaan, intimidasi, teror, penyiksaan, penembakan, hingga menghilangkan nyawa seseorang.

KontraS mencatat sebagian besar kasus kekerasan dilakukan oleh aparat keamanan, terutama pihak Kepolisian dengan 43 kasus. Menyusul kemudian TNI dengan 10 kasus, Satpol PP 5 kasus, sisanya sebanyak 16 kasus dilakukan oleh OTK, preman, ormas kepemudaan maupun Satpam (Pamswakasa). "Angka kekerasan ini muncul sebagai dampak dari penggunaan kekuatan secara berlebih-lebihan oleh aparat kemanan, penanganan aksi massa, konflik agraria, dan bentrok antar masyarakat atau ormas," kata Amin Multaza, Kepala Operasional KontraS Sumut.

Dikatakannya, beberapa kasus yang menjadi sorotan KontraS seperti meninggalnya tahanan di Polsek Percut (Bambang Ismayudi) dan Polres Toba Samosir (Andi Pangaribuan), serta meninggalnya Hiskia dan Amirson Sitepu yang diduga kuat disiksa oleh oknum Brimob Polres Karo dan Polsek Tiga Binanga menambah catatan kelam arogansi dan ketidakprofesionalan kepolisian sepanjang 2016. Fakta ini menurutnya, menjadi satu bukti dari ribuan bukti lain bahwa aparat keamanan khususnya kepolisan belum mampu menjadi pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat sebagaimana diinginkan dan dicita-citakan.

"Persoalan pengendalian massa yang dinilai dilakukan secara berlebih-lebihan turut menyumbang data kekerasan sepanjang tahun 2016. Demonstrasi masyarakat Desa Lingga ke Polres Karo harus menelan satu korban jiwa, Konflik Petani Desa Mekar Jaya Langkat dengan PT LNK menyebabkan 15 korban luka, protes masyarakat Sari Rejo atas penyerobotan lahan yang dilakukan TNI AU mengakibatkan 15 orang terluka (termasuk para jurnalis yang bertugas) belum lagi sepanjang April hingga Juli para pedagang tradisional di Kota Medan 'rutin' bentrok dengan Satpol PP. Bahwa dalam persoalan pengamanan, aparat cenderung menggunakan cara kekerasan sebagai langkah efektif dalam membubarkan massa," tandasnya.

Akses korban maupun keluarga korban dalam hal menuntut keadilan atas tindak kekerasan dan pelanggaran HAM yang dialami seperti menempuh jalan terjal. Dalam amatan KontraS, kasus-kasus kekerasan (oleh aparat keamanan) yang sudah dilaporkan sebagian besar belum tuntas. (Net)

Leave A Reply