INTAIKASUS.COM - Pendemo diperkirakan puluhan orang melempari personel kepolisian dari Sat Sabhara dan Brimob Polda Sumut dengan botol minuman air mineral saat menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Medan, Jalan Kejaksaan, Rabu (28/12/2016).
Aksi demo yang dilakukan karena massa merasa dibohongi oleh pihak Pengadilan mengenai putusan yang disampaikan majelis hakim. Bahkan massa semakin bringas setelah mendapat penghadangan dari personel kepolisian tersebut.
" Ayo maju jangan mau dihadang. Ayo lawan," teriak pendemo sembari melempari petugas dengan botol minuman.
Petugas yang posisinya semakin terdesak terpaksa menyiram air melalui mobil Water Canon milik Sat Sabhara Polrestabes Medan untuk membubarkan massa. Namun massa tetap melakukan pelemparan.
Selain itu, petugas melempar gas asap berwarna kuning untuk membubarkan pendemo yang mulai anarkis. Karena banyaknya personel akhirnya pendemo dapat dibubarkan. Bahkan dalam aksi pelemparan itu, membuat seorang petugas terluka.
Ternyata, demo yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan Sispam Kota yang dilakukan TNI, Polri dan Pemko Medan dalam pengamanan Tahun Baru 2017.
" Ini merupakan simulasi penanganan aksi demo yang berujung anarkis di Kota Medan. Di sini personel dilatih dalam pengamanan unjuk rasa," terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho.
Dalam kegiatan simulasi pengamanan demo berjalan cukup lancar. Dimana petugas berhasil membubarkan massa tanpa adanya kontak fisik dengan pendemo. (Red)