INTAIKASUS.COM - Pasca penyerangan dan sekaligus penganiayaan yang dilakukan Oknum TNI terhadap seorang petugas BNN Tanjung Balai, Rabu dinihari menjadi perhatian pimpinan TNI di Sumatera Utara. Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, Mayjend TNI Lodewyk Pusung disela-sela acara apel Gabungan bersama di lapangan Benteng Medan, ditanya Wartawan, benar-benar "marah" terhadap tindakan anggotanya Sertu Muhibat yang menganiaya anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjung Balai, Bripka Darwan Girsang saat melakukan razia di Hotel Suranta Tanjung Balai.
Jendral bintang dua ini memastikan Sertu Muhibat akan dipecat.
" Itu mau saya pecat. Dia itu salah. Datang tiba-tiba main pukul saja," kata Lodewyk dengan wajah memerah di dampingi Kapolda Sumatera Utara, Irjend Rycko Amelza Dahniel, Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Irjend Murad Ismail dan Asisten Operasional Gegana Brimob Mabes Polri, Irjend Unggung Cahyono di Lapangan Benteng Medan, Rabu (28/12/2016).
Menurut Pangdam, saat ini Sertu Muhibat yang bertugas di Pembinaan Administrasi Veteran Cadangan (Min Vet Cad) Kisaran itu telah diamankan Detasemen Polisi Militer. Yang bersangkutan, kata Pangdam, masih ditahan di markas Sub POM Kisaran.
" Setelah kejadian, saya perintahkan anggota cek urinnya. Saya awalnya menduga, dia itu pakai narkoba. Dan ketika dicek, ternyata benar dia pakai narkoba," kata Lodewyk sembari mengangkat tongkat komandonya.
Disinggung lebih lanjut mengenai kasus ini, Lodewyk meminta agar awak media mengikuti kasusnya. Ia berjanji, Sertu Muhibat pasti dipecat karena telah mencoreng kesatuan TNI Angkatan Darat.
" Kamu tunggu aja. Sudah 47 orang yang saya pecat karena kasus narkoba. Sisanya, 124 orang lagi masih menunggu persidangan. Kalau ditambah dia, menjadi 125. Tulis besar-besar, akan saya pecat dia," ungkapnya. (Rn)