Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Sulitnya menemukan lahan kosong membuat warga Kelurahan Sei Sikambing C-II kebingungan untuk sekedar menyalurkan hobby termasuk untuk tempat bermain bagi pemuda dan anak-anak dilingkungan mereka. Hal ini membuat para pemuda dan anak-anak harus pergi ke tempat lain yang lokasinya berjauhan dengan tempat tinggal mereka yang memiliki sarana bermain dan berolahraga.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh salah satu warga Kelurahan SCC-II, Tanjung Simanjuntak, saat menghadiri Reses III, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan  tahun 2016 di Jalan Balai Desa Gg. Anggrek Kelurahan Sei Sikambing C-II Kecamatan Medan Helvetia, Kamis,(15/12/2016). Mereka para orangtua sangat resah akibat minimnya lapangan bermain di wilayah mereka sehingga anak-anak mereka harus pergi bermain jauh dari lingkungan tempat tinggal hanya untuk bermain maupun untuk berolahraga.

" Kepada Bapak Dewan, kami warga Kelurahan SCC-II memohon kiranya dapat diteruskan aspirasi kami ini agar Pemko Medan menyediakan ruang terbuka hijau bagi warga Kelurahan Sei sikambing C-II, sehingga anak-anak kami tidak harus pergi jauh untuk bermain. Akibatnya kami para orangtua khawatir dan risau terhadap keselamatan mereka (anak-anak-red)," Ucapnya.

Sementara itu, Kader Pasaribu, warga Budi Luhur Sei Sikambing C-II meminta agar pemko Medan membuat polisi tidur (Speed Bump) tepatnya disimpang Budi Luhur dan simpang PTP. Alasannya, karena ditempat tersebut sering terjadi kecelakaan akibat tidak ada tanda rambu lalulintas bagi pengendara bermotor. Kader Pasaribu juga meminta agar petugas dinas Pertamanan segera memangkas pohon-pohon yang sudah tua disepanjang jalan Budi Luhur untuk menghindari tumbang atau patah saat angin kecang dan hujan.

" Kami berharap lewat reses DPRD Kota Medan yang ketiga ini, Bapak Heri Zulkarnaen, mampu meneruskan aspirasi kami yang selama ini belum direalisasikan oleh Pemko Medan," Ucapnya.

Warga lainnya, Viktor Hugo, warga Jalan Jawa Kel.SCC-II meminta agar dilingkungan mereka dilakukan pemfoggingan untuk menghindari bahaya penyakit demam berdarah, sekaligus berharap agar pemko medan meminta pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran blanko E-KTP.

Mendengar aspirasi warga Kelurahan SCC-II tersebut, Camat Medan Helvetia, Drs.Eddy Mulia Matondang,MAP mengatakan, bahwa lahan kosong yang akan digunakan untuk ruang terbuka hijau di wilayah Kec. Medan Helvetia saat ini sangat susah sekali ditemukan. Hal ini juga sudah pernah dirapatkan dan Pemerintah Kota Medan sudah mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan-lahan kosong milik masyarakat yang ada di wilayah Kota Medan untuk dijadikan sebagai lahan terbuka hijau dan tempat sarana bermain.

" Pemko Medan, sudah mengalokasikan anggaran dana untuk membeli lahan-lahan kosong milik masyarakat untuk dipergunakan sebagai tempat lahan terbuka hijau dan tempat bemain, namun sampai saat ini belum didapatkan. Namun bagi warga masyarakat Kecamatan Medan Helvetia, sebenarnya sudah ada disediakan lapangan bermain dan olahraga di sebelah Kantor Camat Medan Helvetia. Untuk tahun 2017, dilokasi tersebut, akan dibangun layar videotron dengan memakai podium, sehingga nantinya ditempat tersebut selain tempat bermain dan olahraga, juga dapat dipergunakan sebagai pencari informasi dan nonton bareng saat ada acara pertandingan bola," Ujar mantan Camat Medan Denai ini.

Untuk pelayanan kepada masyarakat, Camat Medan Helvetia ini juga mengatakan akan lebih memaksimalkan pelayanan terhadap seluruh warga, termasuk mempermudah pengurusan administrasi lainnya.

" saya juga meminta kepada Bapak dan Ibu sekalian, silahkan lapor kepada saya jika ada mendapati pegawai Kelurahan dan Kecamatan yang suka mempersulit pengurusan administrasi kependudukan termasuk jika ada yang mencoba meminta uang diluar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Perda dan Undang-Undang. Komitmen saya sepeti yang diarahkan Bapak Walikota Medan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menghindari budaya pungli di Kec. Medan Helvetia," ungkapnya.

Masih menurut Eddy, untuk usulan pemfogingan, ada syarat yang harus diajukan agar hal tersebut dapat dilaksanakan, yaitu, harus ada laporan dilokasi tersebut telah terjadi penyakit demam berdarah. " Solusi yang efektif untuk menghindari bahaya demam berdarah adalah peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

Program PSN, yaitu :
1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti :
1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
3) Menggunakan kelambu saat tidur.
4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
5) Menanam tanaman pengusir nyamuk.
6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain," papar Eddy.

Anggota DPRD Kota Medan, Drs.Heri Zulkarnaen,MSi menyahuti aspirasi warga masyarakat Kelurahan SCC-II tersebut, dan  mengatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi masukan bagi pihaknya dan melalui lembar aspirasi yang diberikan kepada masyarakat semuanya akan dicatatkan untuk selanjutnya diteruskan ke pimpinan DPRD Kota Medan dan selanjutnya akan dibawakan pada Musrembang.

" inilah perlunya reses ini dilaksanakan oleh anggota DPRD, untuk dapat menerima dan menampung aspirasi warga masyarakat. Dari reses ini kami akan mendapat masukan yang nantinya dapat diusulkan agar ditindak lanjuti oleh pemerintah kota Medan dan instansi terkait lainnya. Kami tidak akan mengetahui apa yang menjadi keluhan masyarakat jika tidak turun langsung mendengarkan aspirasi mereka," terang Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Medan ini.

Mengakhiri Reses-III tahun 2016, Heri Zulkarnaen juga berjanji akan berupaya membawa aspirasi warga masyarakat Kecamatan Medan Helvetia agar tahun 2017 dapat terealisasi.

" sebagai wakil rakyat dari Dapil 3, saya akan berusaha memberikan yang terbaik, khususnya masyarakat Kec.Medan Helvetia. Dan sekaligus pada reses tahun 2016 ini juga saya dan keluarga beserta seluruh pengurus Partai Demokrat Kota Medan mengucapkan Selamat Hari Natal kepada warga Kelurahan SCC-II dan Kecamatan Medan Helvetia yang merayakannya." Ucap Heri Zulkarnain Hutajulu kepada ratusan masyarakat termasuk Lurah SCC-II, Halomoan Pangaribuan yang menghadiri reses III tahun 2016 anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat Kota Medan tersebut. (Red)

Leave A Reply