Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Kapolrestabes Medan, Kombespol Sandy Nugroho, SIK, MHum didampingi Wakapolrestabes, foto bersama para Wakil Rakyat Kota Medan, yakni Ketua Komisi A DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu didampingi anggota Herri Zulkarnain Hutajulu,MSi, Landen Marbun‎, SH, Hj Ummi Kalsum, Hj Hamidah, Denni Maulana Lubis, Roby Barus dan lainnya saat Kunjungan Kerja (kunker) ke Mapolresta Medan, Rabu (18/1/2017)

INTAIKASUS.COM - Terkait Kota Medan sebagai pintu masuknya barang haram sejenis narkoba, kepada Kapolrestabes Medan, Sandi Nugroho yang baru menjabat  ditanya sejauhmana penindakan yang dilakukan jajarannya dalam menghempang hal itu saat pertemuan silaturahmi dengan anggota DPRD Kota Medan dari Komisi A.

Karena menurut anggota komisi A, selama ini peredaran narkoba yang masuk dari Malaysia selalu menempatkan Kota Medan sebagai lintasan, sekarang ini sudah meningkatkan statusnya menjadi target penyebaran.

" Kita bertanya, bagaimana Polrestabes Medan bertindak sigap melalui penindakannya agar peredaran narkoba ini minimal semakin dipersempit ruang geraknya," kata anggota Komisi A dari partai Nasdem, Deni Maulana Lubis dihadapan Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Sabar Syamsurya Sitepu dan Kapolrestabes Medan Sandi Nugroho, di Aula Mapolrestabes Medan, Rabu (18/1/2017).

Untuk kedepannya, menurut Sandi, bagaimana masalah klasik ini menjadi sisi yang paling utama terhadap penindakan dari permasalahan narkoba sampai pada temuan pabrikan berdiri di Kota Medan ini.
Kapolrestabes Medan, Sandi Nugroho menjelaskan, dari database yang ada selama ini, Kota Medan menjadi bagian perlintasan peredaran narkoba dengan tujuan utama ke pulau Jawa."Tapi kenyataanya dalam 3 tahun terakhir banyak menyala merahnya Kota Medan ini, yang sejauh ini belum ada alat bukti cukup untuk kita menindak itu," tegasnya.

Dia tidak mempungkiri  penyebaran narkoba di Kota Medan ini khususnya berasal dari Malaysia, "Itu dia, setiap kita ungkap, Polisi Diraja Malaysia tolak itu, dia bilang kami punya SOP dan undang-undang sendiri, tapi jangan bilang disini ada narkoba, karena itu fitnah," katanya mengulang ucapan Polisi Diraja Malaysia tersebut.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan anggota komisi A, Herri Zulkarnain mengenai kesemberautan lalu lintas, sehingga memicu terjadinya kemacatan di Kota Medan, diantaranya diakibatkan oleh pemadaman listrik pada jam rawan, sedangkan pihak kepolisian harusnya standby menggunakan genset mengatasi itu. Kapolrestabes mengakui hingga kini pihaknya belum memiliki sarana genset atasi traffic ligth yang sewaktu-waktu padam.

" Alhamdulillah sampai saat ini Polrestabes belum punya genset, kebetulan sudah cek yang punya genset cuma Polsek Medan Area. Jadi, memang ini kendala terpaksa hentikan pelayanan, tapi kita punya cara bertindak setiap mati lampu turunkan petugas di lapangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sandi Nugroho menegaskan akan kembali mengaktifkan tim khusus (Timsus) anti begal yang berhasil berjalan dimasa kepemimpinan Kapolresta Medan Mardiaz Kusin Dwihananto.
" Karena keresahan masyarakat saat ini dan dulu masa saya Kapolsek Medan Baru orang-orang nyaman keluar diwaktu malam bahkan subuh, sekarang begal memanfaatkan kelengahan kita, maka kami akan balik lagi aktifkan Timsus Begal, "katanya.

Diakui Sandi, selama satu bulan satu hari ini pihaknya terpaksa menembak para pelaku sebanyak 17 kali pelaku begal, dua diantaranya kasus narkoba." Kami terpaksa tembak pelaku 17 kali yakni pelaku begal dua lainnya narkoba, 15 lainnya kaki di tembak karena mencoba lari, pelaku begal dan narkoba pasti kami tindak tegas," ungkapnya.

Sandi juga menyinggung dalam mengoptimalkan patroli di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupa mobil patroli.
" Rencana kita patroli dilaksanakan dua kali, apakah habis maghrib, atau pagi hari (subuh), ini antisipasi begal, yang kita tahu cari kelengahan," tandasnya. (Rina)

Leave A Reply