Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Dinas Pendidikan Provinsi (Sumut) mengklaim akan bertanggung jawab atas semua biaya perawatan dari siswa SMK Binaan Provinsi Sumut yang mengalami keracunan pada Selasa (07/02/2017) malam lalu. Hal ini disampaikan Kepala Disdik Provinsi Sumut, Arsyad Lubis saat ditemui ketika meninjau siswa yang sedang dirawat di RS Sufina Azis.
" Mengenai biaya perawatan di RS tanggung jawab kita, tidak ditanggung oleh orang tua siswa. Kita sudah melihat kondisinya, semua sudah bagus. Dari RS Sufina Aziz belum ada yang pulang, masih menunggu rekomendasi dokter," katanya, Kamis (09/02/2017).
Arsyad mengungkapkan, kondisi para siswa yang sedang dirawat di RS Sufina Azis mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Dalam hal penyebab siswa tersebut mengalami keracunan, Arsyad mengakui belum mengetahui pasti.
" Dari 360 siswa yang mengkonsumsi makanan katering, hanya puluhan yang terkena sakit. Jadi nanti kita cari tahu dulu penyebabnya," terangnya.
Menurut Arsyad, jika kejadian itu merupakan kelalaian dari pihak sekolah atau katering. Ia menegaskan sepenuhnya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian karena sudah menangani masalah tersebut.
" Kita menunggu hasil dari polisi apakah memang kelalaian sekolah atau pihak ketaring. Tapi yang jelas, mekanisme selama ini kita lakukan tidak ada yang tertinggal," sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita menyebutkan, dari 360 jumlah siswa SMK Binaan Provsu yang mengalami keracunan berjumlah 132 terdiri dari laki-laki maupun perempuan. Masing-masing sebut Usma menjalani rawat inap di RS Sufina Aziz 41 orang (kini 42), di RS Kesdam Putri Hijau 51 orang, dan rawat jalan di RS Imelda sebanyak 40 orang.
" Tim dari Dinkes kota Medan sudah melakukan penyelidikan epidemiologi ke RS dan SMK. Tapi, sampel muntahan pasien yang mengalami keracunan belum didapatkan, hanya sampel bahan makanan (tempe bacem) yang sudah ada dan dikirim ke labolatorium Provinsi," tandasnya. (Udn)