Barang bukti 2 mobil mewah dan satu kendaraan roda dua Herley Davidson yang disita dari rumah Husni di Pondok Surya 2 Medan.
INTAIKASUS.COM - Husni, bandar narkoba yang ditembak mati dan diringkus di rumahnya Perumahan Pondok Surya 2, Helvetia, bukanlah pemain baru. Bahkan Husni juga tercatat sebagai residivis Polrestabes Medan dengan kasus yang sama. Setelah mendekam 6 tahun 5 bulan di balik jeruji besi, Husni kembali main narkoba.
Hasil peredaran narkoba jaringan internasional yang digalang Husni selama ini, diperoleh miliaran harta miliknya. Berupa rumah, tambak, mobil mewah dan sebagainya.
Siapa Husni dan perannya di jaringan narkoba internasional? Ya, Husni merupakan warga Aceh. Bergerilya sebagai bos bandar narkoba, peran Husni di jaringan ini adalah pemodal. Husni tak segan-segan menggelontorkan duit untuk membeli sabu dan ekstasi.
Sementara Azhari alias Ai dalam jaringan ini berperan sebagai pembeli atau distribusi. Ai langsung membeli barang haram itu ke Malaysia lewat jalur laut. Dari Port Klang atau Penang, selanjutnya Ai menuju Aceh. Bersandar di pelabuhan kecil kawasan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Ai kemudian memasok barang haram tersebut ke Medan hingga ke pulau Jawa, Jakarta.
Waka Poldasu, Brigjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, "memang, para bandar memilih jalur laut untuk memasok narkoba jenis sabu dari Malaysia. Jalur yang dilintasi ada dua titik di Malaysia yakni Port Klang serta Penang, ungkap Waka Poldasu ini yang pernah bertugas selama 6 tahun di Polres Aceh Utara, Kamis (23/3/2017) di Mapoldasu. (Rn)