Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, Indonesia telah memilih jalan demokrasi. Namun dalam perjalannya, praktik-praktik demokrasi disalah gunakan oleh kelompok-kelompok yang memanipulasi keadaan," sebutnya.

Hal itu diungkapkan Tito saat menghadiri acara seminar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang bertemakan, 'Peran Mahasiswa Guna Memperkokoh Kebhinekaan dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI." Seminar tersebut merupakan rangkaian acara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IMM yang berlangsung di Asrama Haji Medan, Rabu (17/5/2017).

Dalam seminar yang dihadiri seribuan peserta tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Tito Karnavian didaulat menjadi pembicara pada seminar itu.

Tito yang berbicara sekitar satu jam di atas podium berkesimpulan, dan mendorong para pemuda untuk merumuskan sejumlah hal dalam mengatasi persoalan bangsa.

" Perlu ada skema penanganan konflik. Skema pemerataan ekonomi dan pencegahan dominasi pemilik kekuasaan, pemilik modal dan penguasa opini," ungkapnya.

Tito mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat mekanisme pencegahan penyalahgunaan pemilik kekuasaan.

" Kita harus memperkuat mekanisme pencegahan penyalahgunaan pemilik kekuasaan, pemilik modal, pemilik opini dengan menciptakan pressure group, menjadi penyeimbang agar pemilik kekuasaan ini tidak memanipulasi demokrasi ini. Dan memang sekali lagi ini memerlukan waktu. Are we on the right track or not?," tutur Tito.

Lanjut Tito, kecendrungan yang ada di masyarakat dengan menyalahkan pemerintah terhadap kondisi bangsa saat ini. Itu dia anggap sebagai ketidak adilan.

" Kita melihat bahwa tidak fair, kalau seandainya menyalahkan pemerintahan yang baru berjalan dua tahun. Inilah, 'the price we play', jalan demokrasi yang mengarah liberal di tengah masyarakat yang didominasi 'low class'. Artinya kita berusaha untuk menangani potensi yang dapat memecah," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Putra Revolusi yang memberikan sambutannya mengatakan, bahwa kondisi saat ini kita mengkhawatirkan.

"Kebhinekaan dan persatuan kita tengah berada di titik nadir," katanya.

Pantauan di arena seminar, Kapolri didampingi Kapolda Sumut, Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho serta sejumlah Pejabat Utama Polda. Sedangkan dari IMM, hadir Ketua Umum DPP IMM, Putra Revolusi, Ketua DPD IMM Sumut, Budi Setiawan Siregar, Gubernur Sumut T Erry Nuradi dan Walikota Medan Dzulmi Eldin. (Udn)
Leave A Reply