INTAIKASUS.COM, (Simalungun) - Komandan Satgas TMMD ke-102 yang juga Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Robinson Tallupadang menjelaskan perlunya melakukan pengerjaan pada sasaran fisik dari tahap nol, sehingga hasil pekerjaan menunjukan perubahan yang berarti.
Hal ini disampaikan Dansatgas TMMD ke-102 Kodim 0207/Simalungun ini kepada Kepala Penerangan Resort Militer (Kapenrem) 022/Pantai Timur, Mayor Inf Djarwadi di Pematangsiantar, Kamis (2/8/2018).
"Setiap pengerjaan sasaran fisik yang ditangani Satgas TMMD ke-102 Kodim 0207/Simalungun, harus dimulai dari per centimeternya, sehingga hasilnya akan menunjukan perubahan secara signifikan," ucap Dansatgas.
Memulai setiap pekerjaan sasaran fisik dari nol, lanjut Dansatgas, juga bertujuan untuk membangkitkan rasa tanggung jawab dan keikhlasan dari seluruh personel Satgas TMMD yang menangani pekerjaan.
"Kita tidak menginginkan pekerjaan ditangani dengan secara cepat, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Karena itulah, saya selalu menekankan kepada personel Satgas untuk memulai setiap pekerjaan dari per centimeternya," ungkap Letkol Inf Robinson Tallupadang.
Dengan metoda pengerjaan seperti ini, maka program TMMD ke-102 Kodim 0207/Simalungun yang telah berlangsung selama 21 hari, kini telah menunjukan banyak dampak positif dalam perkembangan dan pembangunan, terutama di Kelurahan Tomuan, Kota Pematangsiantar.
"Prasarana dan sarana fisik tampak telah terjadi perubahan yang cukup berarti. Ini berkat pelaksanaan program TMMD yang dilakukan secara terencana, terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan bekerjasama dengan masyarakat, sehingga akselerasi (percepatan) pembangunan di daerah terpacu secara berkelanjutan," ungkap Dansatgas.
Pekerjaan sasaran fisik yang ditangani personel Satgas TMMD yang terdiri dari 3 unsur, yaitu TNI-Polri, aparatur pemerintah daerah, dan warga masyarakat dengan cara saling bahu membahu guna mengatasi pekerjaan yang berat sekalipun.
"Esensinya, bahwa pembangunan di sini dimaksudkan sebagai proses perubahan terencana (the process of palanned change), dengan asumsi terjadi perubahan terencana sesuai apa yang diharapkan. Pembangunan sebagai proses perubahan yang multidimensional yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan rakyat," kata Dansatgas mengakhiri. (Penrem 022)