Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Siantar) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono diwakili Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad, Mayjen TNI Felix Hutabarat secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Kodim 0207/Simalungun dalam sebuah upacara militer di Lapangan Adam Malik Kota Pematangsiantar, Rabu (8/8/2018).

Upacara yang diikuti hampir 1000-an peserta, terdiri dari personel TNI, Polri, Satpol PP, organisasi massa, mahasiswa, pelajar dan Pramuka se Kota Pematangsiantar-Kabupaten Simalungun ini, juga diisi dengan aneka kegiatan bakti sosial (baksos). Seperti pengobatan massal gratis, pasar murah, dan pembagian sembako.

Tak ketinggalan, dalam upacara yang juga menyuguhkan panggung hiburan rakyat ini, juga ditampilkan atraksi bela diri dari beragam komunitas olahraga bela diri yang ada di Kota Pematangsiantar, termasuk Bela Diri Militer (BDM) Yongmoodo dari prajurit-prajurit TNI AD.

Sebelumnya, dalam upacara penutupan itu, Koorsahli Kasad membacakan amanat Kasad Jenderal TNI Mulyono yang intinya menegaskan bahwa TMMD merupakan manifestasi peningkatan kesejahteraan rakyat dan Kemanunggalan TNI-Rakyat. "TMMD juga bertujuan mewujudkan kestabilan dan kemajuan Indonesia secara menyeluruh dan pemarataan pembangunan secara berkelanjutan," ucap Mayjen TNI Felix Hutabarat membacakan amanat Kasad.

Kasad Jenderal TNI Mulyono menegaskan, bahwa pembangunan wilayah desa merupakan salah satu realisasi dari kebijakan nasional Nawacita yang ingin mewujudkan pembangunan Indonesia dari pinggiran.
Salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD ke-102 tahun anggaran 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari, mulai tanggal 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018.

Selain mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, TMMD yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun ini juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat dan khususnya generasi milenial.

Dikatakan Kasad, tema yang diangkat dalam TMMD ke-102 tahun anggaran 2018 ini yaitu "Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial" sangatlah tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern.

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, moralitas dan karakter generasi muda juga harus dibangun sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, inovatif dan berjiwa nasionalis yang kuat.

"Saya melihat bahwa kegiatan penyuluhan dan asistensi yang telah dilaksanakan, mendapat apresiasi dan perhatian dari banyak pihak, karena menyentuh problem-problem aktual yang dihadapi oleh masyarakat kita di daerah-daerah terpencil, serta menyasar elemen-elemen masyarakat yang rentan terhadap masalah-masalah sosial," ujar Kasad.

TMMD ke-102 ini TNI juga bekerja sama dengan Kemenpora RI guna menyukseskan program unggulan Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD), yaitu dengan meningkatkan kemandirian generasi muda di pedesaan dengan turut serta secara aktif membantu kegiatan fisik dan non fisik.

Pada kegiatan TMMD 102 tahun 2018 melibatkan 50 Satgas TMMD di 50 Kabupaten/Kota, 57 Kecamatan dan 79 Desa, dengan didukung oleh dinas Pemda setempat. Di antaranya Dinas Kesehatan, Pertanian, BKKBN, Sosial, Kehutanan, Pekerjaan Umum, Kejaksaan serta Kepolisian.

Sasaran fisik dalam skala nasional pada TMMD 102 ini telah berhasil mewujudkan program rehabilitasi lebih dari 200 unit rumah tidak layak huni, pembukaan 86 Km jalan baru, pengerasan dan betonisasi 60 Km jalan, perbaikan 30 rumah ibadah dan delapan sekolah, pembangunan jembatan dengan panjang total 252 meter, pembuatan 43 unit MCK, pembangunan Poskamling dan saluran drainase di lebih dari 30 desa, pemberian kambing kepada peternak binaan serta penanaman 3500 pohon di lahan konservasi alam.

Untuk sasaran non fisik fokus program TMMD kali ini telah diarahkan untuk menumbuhkan kekebalan dalam menghadapi isu-isu disintegrasi Bangsa dan hal-hal yang mengarah kepada konflik sosial.

Dalam mencapai tujuan tersebut, Satgas TMMD yang bersinergi dengan dinas terkait di Pemda setempat, telah melaksanakan penyuluhan tentang hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, serta bahaya Narkoba dan paham-paham radikal.

Ditegaskan Kasad, TNI AD berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai kekuatan kekuatan pertahanan. Meskipun tugas pokok tentara adalah menjadi yang terdepan di masa konflik, namun di masa damai tentara juga wajib berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Hal ini dimanifestasikan, di antaranya dengan turun ke lapangan membantu program pembangunan dan kesulitan rakyat, karena masa damai pada hakekatnya adalah masa persiapan untuk perang, " tegas Jenderal TNI Mulyono.

Tampak hadir di acara dengan Komandan Upacara Dandenpom I/1 Pematangsiantar, Letkol Cpm Joko Murtiyono itu, antara lain Kasdam I/BB Brigjen TNI Hassanudin, para Staf Ahli Pangdam I/BB, Danrem 022/PT Kolonel Arm Khoirul Hadi, Danrindam I/BB Kolonel Inf Zainuddin, Asops Kosekhanudnas III Kolonel Pnb Jhonson Henrico Simatupang, Danyon Marhanlan I Letkol Mar James Munthe, Dandim 0207/Simalungun yang juga Dansatgas TMMD Ke-102, Letkol Inf Robinson Tallupadang, Kasrem 022/PT Letkol Inf Agustatius Sitepu, Kasdim 0207/Simalungun Mayor Inf MS Sianturi, Kapolres Pematangsiantar, Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus, unsur FKPD Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, serta undangan lainnya.
(Red)
Leave A Reply