INTAIKASUS.COM, (Padang) - Di TNI Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan bagian dari Operasi Militer selain perang atau lebih sering disingkat dengan (OMSP) yang bertujuan untuk menjamin kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah NKRI demi kesejahteraan bagi masyarakat dan persahabatan dunia sampai ke persoalan ketahanan lingkungan hidup yang menjadi program dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam lingkup yang lebih kecil khususnya Korem 032/Wirabraja.
Didalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, ada aturan yang memiliki korelasi program antar stakeholder terkait diantaranya adalah di TNI ada Undang undang Nomor: 34 Tahun 2004 Tentang TNI, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang semuanya harus diarahkan dalam rangka untuk mendukung prioritas Percepatan Pembangunan Nasional.
Untuk mengoptimalkan sumberdaya tersebut, TNI dalam hal ini Korem 032/Wirabraja bersama Pemprov Sumatera Barat dan juga Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Dermaga Danau Singkarak, Jumat (20/6/2019) telah melakukan Restoking bibit ikan nilem untuk pelestarian sumber daya ikan di danau singkarak dengan melepas sebanyak 20.000 bibit ikan.
Disertai dengan penyiraman BIOS 44 di permukaan danau, dengan tujuan menetralisir dan memperbaiki kualitas air danau yang sudah teruji dan sangat bagus untuk perkembangan ikan dan ekosistem danau nantinya. Apalagi Danau Singkarak seperti yang kita ketahui bersama sudah lama tercemar kualitas airnya akibat banyaknya keramba di kawasan danau tersebut.
Kepala Staf Korem (Kasrem) Kolonel Inf Edi Nurhabad yang didampingi oleh Kasiter Korem 032/Wbr Kolonel Inf Budi Prasetyo mengatakan, hal ini sebagai salah satu langkah TNI dalam hal ini Korem 032/Wirabraja dalam membantu menjaga lingkungan dan ekosistem danau, sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Setelah pemakaian Bios 44 ini, tentu benih ikan yang dilepas akan cepat tumbuh dan berkembang biak, serta lebih sehat. Jika ikannya semakin banyak, tentu akan berdampak pada ekonomi untuk kesejahteraan nelayan nantinya," papar Kasrem.
Wakil Gubernur Prov Sumbar Nasrul Abit sangat mengapresiasi atas keterlibatan TNI selama ini beserta jajarannya di Korem 032/Wbr dalam membantu dan menjaga ekosistem lingkungan di Sumatera Barat, baik di pertanian, peternakan maupun perikanan seperti di Danau Singkarak sekarang ini. Terutama dengan adanya Bios 44 yang diprakarsai oleh Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo diyakini bisa menetralisir kerusakan air danau akibat dari banyaknya keramba.
"Kita dari Pemprov Sumbar sangat berterima kasih, kepada semua pihak yang telah terlibat. Setidaknya ada sekitar 5.000 nelayan di kawasan Danau Singkarak yang bergantung hidup terhadap hasil tangkapan ikan.
Mudah-mudahan benih ikan yang dilepaskan akan cepat berkembang dan bisa meningkatkan kesejahteran masyarakat," ucapnya.
Mudah-mudahan benih ikan yang dilepaskan akan cepat berkembang dan bisa meningkatkan kesejahteran masyarakat," ucapnya.
Peran TNI dalam mempertahankan kedaulatan suatu negara dan juga dalam skala regional sangat penting, termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup demi kelestarian nilai serta fungsinya bagi umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Potensi TNI dapat dioptimalkan dalam berbagai kegiatan pemulihan lingkungan, sumber daya alam baik pertanian perairan, peternakan hingga reboisasi lahan kritis.
Disini TNI hadir sebagai mitra strategis dalam pelestarian dan perlindungan alam, rehabilitasi, hingga pengendalian dampak lingkungan hidup. Dengan demikian TNI sebagai kekuatan negara dapat bergerak bersama-sama dengan rakyat yang pada akhirnya mampu mensejahterakan rakyat Indonesia. (Penrem032)
