Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Padang) - Memberi materi pada Sarasehan Tentang Pertahanan Negara kepada Resimen Mahasiswa (Menwa) Maharuyung Provinsi Sumatera Barat TA. 2019, bertempat di Aula Sapta Marga Korem 032/Wirabraja, dengan tema 
"Meningkatkan Semangat Bela Negara Bagi Generasi Muda Dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara Yang Tangguh" Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan materi dengan judul: "Peningkatan Ekonomi Rakyat dengan Bios 44 di Wilayah Korem 032/wbr".

Dalam paparannya Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan bagaimana peran masing-masing dalam mengimplementasikan dari setiap permasalahan yang ada dengan melihat persoalan yang paling besar dan kemudian dapat menciptakan solusi.

Dihadapan para mahasiswa, ia juga berbicara peran serta semua peserta yang harus dikedepankan dalam menjawab tantangan era milenial saat ini. "Kadang kita terbius dengan istilah-istilah kekinian ini, malah lebih buruk lagi kita menakut-nakuti diri sendiri dan menciptakan kristal-kristal pemisah yang akhirnya kita sendiri tidak mampu mengatasi. Kita juga selalu membuat opini yang kemudian mengurangi rasa kepercayaan diri dan akhirnya kita terbawa angin dengan arah yang tidak jelas," jelasnya.

Oleh karenanya, melalui kegiatan Sarasehan ini, Danrem mengajak para peserta untuk terus berbuat sesuai kemampuan dan kapasitasnya sebagai generasi yang saat ini popular dikenal dengan nama generasi Millenial, Kamis (27/06/2019).

Lebih lanjut ia juga memperkenalkan Bios 44 yang saat ini terus dikembangkan oleh Korem 032/Wbr sebagai media untuk menjawab tantangan seperti yang dikemukakan diawal acara, kemudian diharapkan dapat menjadi motivasi dan membuka cakrawala berfikir generasi penerus bangsa." Kenapa saya memperkenalkan Bios menjadi materi dalam kegiatan ini, karena saya ingin generasi yang ada saat ini agar tidak takut berbuat sesuatu untuk kemajuan serta dapat membantu masyarakat luas," urainya lagi.

Dalam penyampaian materi  juga diputar beberapa video testimony tentang Bios 44 yang juga telah dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan serta perikanan disejumlah wilayah di Sumatera Barat. Para peserta sarasehan yang juga merupakan mahasiswa ini diajak untuk terus memiliki ketangguhan dalam menjawab tantangan dimasa depan yang semakin kompleks, selain tujuan awal sebagai peserta adalah memperkuat kepercayaan diri dalam bela Negara.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Kemenhan Sumbar, Kolonel Inf Khoirul Mustofa mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh Komandan Korem 032/Wbr, sehingga acara sarasehan ini dapat terlaksana sesuai rencana. Disampaikannya, mengingat pengelolaan sistem pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara ditujukan untuk melindungi kepentingan nasional dan mendukung kebijakan nasional di bidang pertahanan, maka kepentingan nasional tersebut akan terwujud melalui pembangunan nasional di segala bidang termasuk bidang pertahanan.

Sementara itu, pembangunan bidang pertahanan perlu disiapkan sejak dini melalui pemberdayaan wilayah pertahanan yang pada hakekatnya merupakan bagian dari sistem pembangunan di daerah yang harus memperhatikan pembinaan kemampuan pertahanan dan cara pemberdayaan wilayah pertahanan dilaksanakan dengan pembangunan pertahanan wilayah. " Semua belum dapat dilaksanakan secara maksimal, terintegrasi dan terpadu apabila pemberdayaan wilayah pertahanan tidak berjalan, maka fungsi pemerintahan di bidang pertahanan tidak dapat terlaksana dengan baik yang berakibat pada lemahnya sistem pertahanan untuk lebih memahami pengelolaan sumber daya nasional dalam rangka mendukung pertahanan Negara," jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Kementerian Pertahanan Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan provinsi Sumatera Barat berupaya memberikan solusi dengan mengadakan kegiatan pemberdayaan wilayah pertahanan khususnya melalui sarasehan tentang pertahanan negara dengan pendidikan dan pekerjaan, yang kali ini diprioritaskan bagi resimen mahasiswa dan mahasiswa sejumlah 90 orang di sekitar kota Padang.


Sistem pertahanan semesta memiliki arti bahwa dalam menghadapi ancaman militer, TNI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung/cadangan, sehingga rakyat perlu dilatih. Adapun dalam menghadapi ancaman non militer maka pertahanan sipil yang menghadapi melalui kegiatan itu membantu TNI. Semua komponen bangsa mulai dari Pemda, Kementerian lembaga atau instansi dan seluruh komponen bangsa lainnya yang ada di daerah sebagai kekuatan utama pertahanan sipil komponen pertahanan negara atau TNI.

"Disinilah diperlukan sinergitas antara Pemda instansi vertikal atau lembaga di daerah termasuk dengan komponen bangsa yang ada di daerah dalam rangka memberdayakan wilayah pertahanan. Sinergitas itu perlu koordinasi, menyamakan visi, keterbukaan dan perlu niat yang tulus ikhlas dalam menghadapi ancaman sehingga akan menghasilkan kekuatan dahsyat dalam rangka menghadapi ancaman non militer yang saat ini nyata sedang kita hadapi bersama". Akhir-akhir ini bentuk ancaman yang sedang kita hadapi telah berkembang yang oleh  pertahanan kemudian disebut sebagai ancaman mindset dimana nantinya akan kami kupas habis pada Sarasehan hari ini," tambahnya.

Ditambahkannnya, sebagai ilustrasi bahwa dampak dari ancaman mindset ini telah mengancam kehidupan, salah satunya bahwa kalau dulu seorang ibu rela berkorban untuk keberhasilan anaknya tetapi saat ini ada sebagian kecil ibu-ibu yang rela mengorbankan anaknya dengan melakukan bunuh diri untuk membunuh orang lain.  Padahal tidak ada satupun agama yang mengajarkan bahwa membunuh diri dan orang lain diperbolehkan. Akibat kurang memahami, serta otak dan alam pikirannya telah dicuci oleh paham radikalisme maka kebiadaban itu bisa terjadi pada saat ini. Harapannya dari sarasehan ini semua hal tersebut dapat kita cegah sedini mungkin," tutupnya. (Penrem032)
Leave A Reply