Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM, (Belawan) - Merasa terpanggil Untuk mendatangin seorang anak yatim. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH., MH. Mengunjungi Anak yatim Yang sempat Takut menjadi seorang polisi, Rabu (06/11/2019) sore. 

Ibnu Hakim 13 tahun adalah seorang anak yatim yang tinggal di daerah Gudang arang, lorong melati, Kel. Belawan 1 Kec. Medan Belawan. Yang sempat menjadi pembicaraan para netizen Di media Sosial. (medsos).

Pasalnya, " Saat mengikuti lomba Ajang pencarian Bakat kemarin Ibnu adalah peserta yang mengikuti lomba vocal dan menyanyikan lagu Ayah. Penampilan yang sangat baik dan rapi dalam Membawakan lagu yang membuat orang terharu dan menjadi sorotan publik."  

Kapolres pelabuhan belawan AKBP Ikhwan sempat meneteskan air mata dan merasa terharu dengan penampilan anak yatim ini. Hingga pembawa acara langsung mengomentari dan menanyakan apa cita-cita Ibnu kalau sudah besar?  Apakah ingin jadi polisi. ibnu menjawab tidak mau jadi polisi karna takut nantinya menghajar orang. Dia takut menjadi orang jahat. "ibnu ingin menjadi orang yang baik saja." tutur ibnu.

Untul meyakinkan bahwasanya Polisi itu orang yang Baik, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.,MH. mengujungi dan Meyakinkan Bahwa Polisi itu orang yang Baik dan selau mengayomi masyarakatnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.,MH. juga menyanyangin anak yatim dan kaum dhuafa. Di perlihatkan kepada Ibnu Tentang Bagaimana menjadi seorang Polisi yang baik dengan Memberikan bantuan kepada fakir miskin dan dekat kepada masyarakat. Agar membuat anak berusia 13 tahun ini menjadi mengerti kalau polisi itu baik.

Kapolres juga mengajak para masyarakat untuk saling membantu dan menyanyangin anak yatim agar terus bisa belajar dan mengenal agama agar akhlak mereka menjadi  baik. Saya juga menuntun Ibnu agar bisa mencapai cita-citanya.  

Ibnu yang tadinya takut dengan polisi kini dia berbalik ingin menjadi seorang polisi." ujarnya."

Ditempat yang sama, Kapolres juga menyempatkan mengunjungi nenek  Zahra (75) tahun yang hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk reot tanpa alas tempat tidur. 

Nek zahra hanya memiliki seorang cucu yang tinggal cukup jauh dari rumahnya. Hingga saat ini nek zahra yang sudah berusia 75 tahun hidup seorang diri yang mengandalkan belas kasihan warga sekitar saja.

Wak uden warga sekitar menjelaskan kalau anak dan suaminya nek zahra adalah korban kebakaran dahsyat di gudang arang beberapa tahun lalu. hingga hanya dia dan seorang cucunya yang selamat .

rumah nek zahra yang dibangun kembali dengan swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah tidak layak untuk di huni. Hingga sampai sekarang gubuk yang menjadi tempat tinggalnya hampir nyaris rubuh.

Melalui laporan kepala lingkungan Kapolres Pelabuhan Belawan  mendatangi dan membantu nek Zahra yang tinggal sebatang kara.

Kapolres mengatakan." Hari ini juga saya akan bantu dan memberikan tempat tidur dan juga selimut untuk nek Zahra, Agar beliau bisa tidur dengan nyenyak dan saya juga akan urus untuk bantuan dari pemerintah agar bisa mendapatkan program PKH khususnya para lansia," tegasnya Kapolres. 

Dalam menyambangi anak yatim dan kaum dhuafa , AKBP Ikhwan Lubis SH.,MH. Blusukan sampai ke lorong dan gang yang sangat sempit dan berlumpur.(Rina)
Leave A Reply