Menurut keterangan , kapal ikan KM Bukit Barisan pada Kamis pagi itu bermaksut akan pulang kepangkalannya di Belawan usai menangkap ikan dikawasan perairan Selat Malaka, namun ketika tiba diperairan Belawan tepatnya dikawasan Boy 1 secara tiba tiba dikamar mesinnya mengalami kebakaran.
Para ABK ( anak buah kapal ) yang mengetahui kapalnya terbakar dengan berjibaku langsung memadamkan api dengan menggunakan racun api yang tersedia didalam tabung dan peralatan lainnya yang ada, namun api bukannya padam dan malahan semangkin membesar membakar kapal mereka .
Secara tiba tiba kapal KM Bukit Barisan meledak berulang kali, akibat ledakan tersebut 7 orang ABK kapal tersebut tercampak kedalam laut dan saat Tim Sar Propinsi Sumatera Utara melakukan pencarian dan menemukan ke 7 orang ABK kapal tersebut telah meninggal dunia langsung dibawa oleh kapal Tim Sar dari Polair Polda Sumatera Utara ke RS TNI AL Belawan.
Sementara korban yang lainnya juga berhasil ditemukan oleh Tim Sar gabungan dan langsung dibawa kepangkalan TNI AL Belawan untuk dibawa ke RS TNI AL untuk menjalani perawatan karena luka luka bakar diseluruh tubuhnya, namun pihak rumah sakit TNI AL Belawan merujuknya ke RS H Adam Malik Medan .
Nackhoda kapal KM Bukit Barisan, Khairul Anwar (45), warga Lingkungan 23 Kel. Terjun Kec. Medan Marelan yang selamat, ketika dirumah sakit TNI AL Belawan saat ditanyai wartawan mengatakan bahwa kapal KM Bukit Barisan yang dinachodainya terbakar dikamar mesinnya akibat kosleting listrik .
Terbakar dan tenggelamnya kapal ikan KM Bukit Barisan dikawasan perairan Belawan ini, membuat arus kapal yang mau masuk dan mau keluar dari Pelabuhan Belawan terhenti dan tidak bias terus melakukan perjalannya, karena banyaknya kapal kapal dari Tim Sar Gabungan yang melakukan evakusai korban diperairan Belawan .
Komandan Lantamal I Belawan Kaksamana Pertama Yudo Margono, Se kepada wartawan mengatakan bahwa simualsi ini berjalan dengan baik karena diikuti seluruh intansi yang ada di Propinsi Sumatera Utara yang melibatkan seluruh kapal kapal milik mereka seperti kapal milik Basarnas, Ditpolair Polda Sumatera Utara, TNI AL Belawan, KPLP, BC, TNI AD dan kapal kapal nelayan. (Adl)