Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Medan, INTAIKASUS.COM - Plt Gubsu H T Erry Nuradi menghimbau kalangan dunia usaha di Sumut untuk mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
Khusus bagi pengusaha advertising, Plt Gubsu mengajak untuk menyampaikan pesan-pesan anti narkoba di lokasi-lokasi yang strategis sehingga dapat meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba. 

Hal senada juga disampaikan Plt Gubsu dalam sambutannya pada acara Sarasehan Advokasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi pelaku usaha di Hotel Aston Medan, Selasa (10/11).

Sarasehan dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, Direktur SDM dan Umum Harianto, Pembantu Rektor III USu Prof Ningrum Natasha, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Andi Loedianto, kalangan dunia usaha, organisasi pemuda dan tokoh masyarakat.

Erry mengajak para pengusaha, khususnya bidang advertising agar bisa memberikan dukungan berupa sosialisasi di media luar ruang seperti videotron, balaiho, billboard dilokasi-lokasi strategis untuk sosialisasi anti narkoba.

Himbauan itu disampaikan Erry Nuradi dalam rangka mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Perdaran Gelap Narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengungkapkan pelibatan pengusaha merupakan salah satu upaya strategis yang bisa dilakukan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Dikatakannya, pengguna  narkoba di Indonesia pada bulan Juni 2015 diprediksi mencapai 4,2 juta orang, dan sekarang jumlahnya meningkat pesat menjadi 5,9 juta. " Belum sampai setahun angkanya naik lebih dari 1,5 juta orang. Ini bukti, peredarannya memang sangat luar biasa.

Seluruh komponen bangsa harus berbuat. Semua harus punya peran aktif," ujarnya. Budi Waseso mengatakan bahwa Narkoba adalah mesin pembunuhan masal, karena dampaknya telah banyak merenggut korban jiwa.
Penelitian medis membuktikan dampak penyalahgunaan narkoba memnyebabkan kerusakan otak permanen, yang tidak akan bisa sembuh seperti sediakala.

Diprediksikan 30-40 orang meninggal di negeri ini akibat penyalah gunaan narkoba.
Peredaran narkoba menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Karena itu Budi Waseso menilai penanganan narkoba butuh efek jera. " Semakin lama pengguna semakin meningkat, karena efek jera tidak ada. Pengedar saja masih diampuni," katanya.

Dilanjutkannya, ada pemahaman salah di remaja kita, korban terbesar kalangan pelajar SMA dan SMP, menganggap rehabilitasi diartikan dengan diobati. " Mereka berfikir gak usah takut pakai narkoba, karena nanti tinggal lapor, jadi korban, dan akan dilindungi serta diobati. Ini harus dievaluasi," katanya.

Saat ini para pengguna masih beri kesempatan untuk rehab, tapi ke depannya Budi Waseso menilai harus dilakukan langkah perubahan, jika tidak ingin korban makin banyak. Ternyata pengedar asing tidak terkontaminasi narkoba, hanya mengedarkan. Kurirnya warga negara kita selalu positif. Pengedar sekaligus pemakai. Ini membuktikan ada rencana tertentu untuk melemahkan negara kita.

Budi mengatakan pemasok utama narkoba ke tanah air adalah Taiwan dan China. Pada tahun ini pihaknya sudah berhasil menyita sabu seberat 2,6 ton, dimana jumlah itu hanya 20% dari jumlah barang yang masuk dan beredar di tanah air.

" Bayangkan 1 gram sabu bisa dipakai untuk 4-5 orang. kalau sabu seberat 2,6 ton berhasil disita, maka jutaan orang sudah terselamatkan," katanya.
Dalam kesempatan itu, kalangan dunia usaha diajak untuk ikut mendukung program pengentasan penyalahgunaan narkoba.Diantaranya dengan mencantumkan himbauan-himbauan anti narkoba. Dalam kesempatan itu, Plt Gubsu menghimbau semua pihak bisa mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Sumatera Utara.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PTPN III, Harianto mengatakan saat ini penyalahgunaan narkoba ikut mempengaruhi produktivitas perusahaan perkebunan. Dia mengatakan saat ini 20 karyawan sudah divonis terbukti menyalahgunakan narkona.

Pihaknya mengindikasi 1.000 an karyawan terkontaminasi penyalahgunaan narkoba dari 26 ribu karyawan yang mengusahakan 160.000 ha kebun di 48 unit kebun sawit dan karet di 8 kabupaten di Sumut. Oleh karenanya, PTPN III dan BNN Sumut sudah menandatangani kesepakatan dengan BNN untuk melakukan tes urin bagi 4.500 orang karyawan yang terlibat di bidang produksi. (Rel)













Leave A Reply