Medan, INTAIKASUS.COM - Seorang pemilik warung menganiaya seorang sopir perwira polisi, Maranatha. Sang preman mengamuk terkena cipratan air dari genangan lumpur saat mobil yang dikendarai Maranatha melintas di depan sekolah Singapore Internasional School, Kompleks Royal Sumatera Jalan Djamin Ginting.
Di Polsekta Delitua, Maranatha melaporkan tindak penganiayaan tersebut. Tampak wajahnya lebam membiru.
" Aku enggak sengaja menggilas genangan air. Rupanya cipratan air lumpur kena ke meja warung pelaku. Nah, pas mau kubersihkan malah dipukulinya aku. Setelah kubersihkan aku minta maaf tapi pelaku enggak terima. Setelah itu barulah aku pulang ke rumah majikan," ujar Maranatha di Polsekta Delitua, Jumat (13/11) siang.
Pagi itu, Maranatha menjemput anak dari Kompol Yudiatnis yang berdinas di Laboratorium Forensik Polda Sumut, untuk pulang sehabis jam sekolah. Sambil menunggu si anak pulang sekolah, Maranatha menunggu di sekitaran warung dekat sekolah itu.
Usai jam sekolah, anak Kompol Yudiatnis keluar dari sekolah menuju mobil Toyota Fortuner yang sudah menunggunya. Begitu sang anak masuk ke dalam mobil, Maranatha pun langsung melajukan mobil meninggalkan sekolah itu.
Namun saat Maranatha melintasi jalan berlubang, cipratan air lumpur mengenai meja di satu warung di pinggir jalan itu. Pria yang sedang duduk di warung itu sontak mengejarnya. Maranatha bilang ia dimaki dan digebuki. "Sempat kuperhatikan ciri-cirinya bang. Berperawakan kurus, mata cekung. Sering kulihat dia di situ. Sehari-harinya pakai kaus putih lusuh dan di bahunya ada tato.
Dari informasi warga, dia ini ini juga suka main judi di warungnya itu," beber Maranatha lagi.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsekta Delitua Iptu Jonathan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penganiayaan terhadap sopir seorang perwira Polri kemarin.
" Iya benar. Kejadiannya, sopir enggak sengaja melintasi genangan air dengan mobil. Nah genangan air tadi mengenai meja warung pelaku. Pelaku enggak senang dan melakukan penganiayaan terhadap supir. Ini atensi. Surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan. Secepatnya pelaku akan kita tangkap," pungkas Jonathan. (Adl)