Ilustrasi
INTAIKASUS.COM - Polda Sumatera Utara menggiatkan sosialisasi dan realisasi konsep "Promoter" atau Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya yang diusung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Rabu, mengatakan, dari paparan belum lama ini, termasuk ketika fit and proper tes di DPR RI, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui jika kepercayaan masyarakat terhadap institusi masih rendah yang mengacu pada dua hal, yakni terkait kinerja dan kultur.
"Terkait kinerja, ada sebagian personel Polri yang kurang profesional dalam penegak hukum, memberikan pelayanan yang tidak simpatik, serta masih banyaknya kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan personel.
"Sedangkan terkait kultur, ada sebagian personel yang menunjukkan perilaku korutif, bersikap arogan, dan kekerasan eksesif atau tindakan yang melampaui batas," terangnya.
Dari kondisi yang ada, sambung Rina, Kapolri telah menargetkan peningkatan kepercayan publik dengan mengedepan reformasi kultural, perbaikan kinerja, dan manajemen media. Reformasi kultural dilakukan dengan menekan budaya korutif, menampilkan sosok Polri yang humanis. Perbaikan kinerja dengan memperbaiki berbagai bentuk layanan publik dan meningkatkan profesional dalam penegak hukum.
Sedangkan manajemen media ditekankan pada upaya meningkatkan stabilitas keamanan di seluruh daerah.
Dari pemikiran itu, disiapkan tiga visi "Promoter" yakni menciptakan Polri yang profesional dengan "meningkatkan kompetensi SDM, peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan personel, serta melakukan pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami," jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, "visi modern dengan memodernisasi berbagai pelayanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah diakses masyarakat. Sedangkan visi terpercaya direalisasikan dengan melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas KKN untuk mewujudkan penegakan hukum yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Setelah memahami visi tersebut, Poldasu memanfaatkan potensi yang ada untuk menyosialisasikan dan merealisasikan 11 program prioritas Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke seluruh satuan kerja dan satuan wilayah," ujar Rina.
Ke-11 program prioritas yang digencarkan itu adalah pemantapan reformasi internal, peningkatan pelayanan publik, penanganan kelompok radikal, peningkatan profesionalisme, penataan kelembagaan, membangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
"Kemudian, penguatan upaya pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan, penguatan pengawasan, serta memberlakukan konsep "quick wins" Polri.
"Didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan, Kombes Rina Sari menjelaskan, di jajaran Poldasu program itu direalisasikan dengan meningkatkan soliditas internal, pembinaan personel, penguatan sistem seleksi, dan budaya antikorupsi.
"Kemudian, membuat pelayanan publik berbasis IT, penyederhanaan regulasi, menyiapkan respon cepat, dan modernisasi teknologi pelayanan publik. Demikian juga upaya deteksi dini dan pemetaan kelompok radikal, membangun daya cegah dan daya tangkal warga, kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, menggiatkan dialog dengan seluruh kelompok, dan penegakan hukum yang optimal," tandasnya. (Red)