Korban didampingi istrinya saat melapor di Mapolsek Delitua
I
NTAIKASUS.COM - Dengan wajah lesuh, ditemani istri dan anaknya berusia 2 tahun, Rinaldi, (37) warga Desa Klambir V Binjai mendatangi Polsek Delitua untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya setelah mengaku dihipnotis sehingga becak bermotor (betor) BK 1039 RC miliknya dilarikan penumpangnya di lokasi kolam pancing Kwala Bekala Medan Johor, Rabu (19/10).
Informasi yang dihimpun wartawan saat membuat laporan, peristiwa tersebut terjadi sekira jam 12.00 Wib. Saat itu dirinya sedang menunggu penumpang di Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia tidak jauh dari Millenium Plaza.
Tiba-tiba ia didatangi pria berbadan tegap mengenakan jaket hitam dan meminta korban mengantarkannya ke Kawasan Simalingkar B, Medan Johor dengan alasan hendak menjemput televisi dan kulkas yang dibelinya dari seseorang.
Karena diiming-imingi ongkos sebesar Rp 70 ribu, korban pun menurut. Setelah korban tiba di Simpang Kwala Bekala Medan Johor, korban sempat dibawa berkeliling tanpa memberitahu alamat yang dituju.
" Aku sempat curiga bang, karena aku sempat dibawa keliling-keliling. Setelah aku tanya, barulah dikasitahunya,'' ucap pria berbadan kurus ini.
Lanjut dikatakan korban, pria tersebut selanjutnya membawa korban ke kawasan kolam pancing Jaka didaerah Kwala Bekala, tidak jauh dari Yayasan Al Ashar Medan. Disana, korban dibawa pelaku ke lokasi seraya menyuruhnya berhenti.
Setelah berhenti, pelaku bukannya mengambil barang-barang yang dimaksud, korban malah didatangi seorang laki-laki diduga komplotan pelaku. Disanalah korban diajak mengobrol oleh kedua pelaku.
Beberapa menit berbincang, korban selanjutnya mengaku salah seorang dari pelaku sempat menepuk-nepuk punggunya hingga membuat dirinya seperti orang linglung.
Setelah 5 menit, korban baru sadar kalau betor miliknya telah dibawa kabur oleh pelaku.
" Aku dibawanya ke tempat sepi. Rupanya teman dia mendatangi aku. Aku diajak ngobrol, baru punggungku ditepuknya bang. Kayak orang bodoh aku, seperti dihipnotisnya aku bang," kata korban.
Setelah mendengarkan keterangan korban, petugas SPK kemudian menyarankan korban untuk kembali mengambil surat-surat kelengkapan kereta korban guna keperluan cek TKP. (Dn, barus)