Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumatera Utara meninjau kondisi Kabupaten Karo, Kamis, terutama untuk melihat langsung warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung.
     

Kunker dan peninjauan itu juga diikuti Gubernur Sumut HT Ery Nuradi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, dan Kepala BIN Daerah Sumut Brigjen TNI Sungkono.

Kasubbdi Penerangan Masyarakat Poldasu, AKBP MP Nainggolan menjelaskan, unsur FKPD Sumut tersebut mendatangi warga yang mengungsi di Desa Ndokumiroga, Kecamatan Simpang Empat.
     

Di lokasi pengungsian, Gubernur berpesan agar warga selalu menjaga kekompakan dan menjaga kesehatan, terutama segera memeriksa kondisi kesehatan jika mengalami gangguan.
     

Gubernur juga mengingatkan warga untuk tidak memasuki zona merah karena sangat membahayakan keselamatan disebabkan rentan diterpa awan panas ketika Gunung Sinabung mengalami erupsi.
     

Pemerintah sedang berupaya menyiapkan relokasi yang pembangunan sedang dijalankan sehingga diharapkan warga dapat direlokasi secepatnya.
     

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan tokoh masyarakat Karo melakukan upacara adat dan menabalkan marga bagi Kapolda Sumut dan isterinya.
     

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel diberi marga Karokaro, sedangkan isterinya mendapatkan marga Beru Ginting.
     

Mendapatkan penghargaan secara adat dan ditabalkan marga, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengaku sangat banga dan terharu.
     

" Ini suatu kehormatan yang luar biasa, pertama kali kedatangan kami di Tanah Karo mendapat sambutan yang begitu hangat dan penuh kasih sayang. Kami mengucapkan terima kasih semoga persaudaraan ini terjalin sampai akhir hayat kita," katanya.
     

Dalam upacara adat tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel disematkan pakaian adat Karo berupa Topi Adat Karo, Selempang, dan Sarung. Kapolda sangat surprise dengan upacara adat tersebut karena menerima marga untuk pertama kali dari Masyarakat Adat Karo. 
     

Mantan Wakapolda Jawa Barat ini mengaku akan belajar untuk menjadi orang Karo, untuk  menjawab kepercayaan yang diberikan baginya dan isterinya.
     

"Jadi marga nama saya bertambah menjadi Karokaro. Lalu istri saya menjadi beru ginting. Saya akan belajar bagaimana layaknya sebagai marga Karokaro dan istri saya sebagai br Ginting. Topi ini melambangkan kepemimpinan, selempang adalah simbol dari tanggungjawab pemimpin kepada rakyatnya dan yang segitiga dibahu maknanya haruslah adil dan seimbang. Sedangkan kain sarung filosofinya harus sopan santun. Ini adalah pelajaran nomor satu  yang saya dapat. Filosofi yg saya dapat ini juga adalah berlaku bagi setiap orang," jelasnya.
     

Dan dalam acara tersebut, Kapolda Sumut memperkenalkan dirinya kepada masyarakat Karo. (Rel)

Leave A Reply