Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Peletakan batu pertama proyek pembangunan PT BNE (Binsar Natorang Energi) PLTA Hasang yang berada di Desa Siantarasa Kecamatan Nassau Toba Samosir, Kamis (19/1/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya bupati dan wakil bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian dan Ir Hulman Sitorus, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian, ketua dan wakil ketua DPRD Tobasa serta rombongan anggota DPRD lainnya. Warga sekitar perusahaan juga ikut dalam acara seremoni tersebut.
Bupati dan beberapa undangan seperti perwakilan PLN, Manager PT BNE dalam kata sambutannya sangat berterimakasih kepada masyarakat yang hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut.

Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian juga meminta pihak perusahaan agar melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan perusahaan. "Saya meminta kepada perusahaan agar melibatkan warga sekitar, agar mereka juga merasa memiliki perusahaan dan ikut menjaganya" tegas beliau.

Memang dalam acara tersebut pihak perusahaan hanya melibatkan orang diluar Tobasa. "Seperti tarian Sigale-gale tadi. Warga Tobasa juga banyak yang sudah pintar melakukan itu. Kedepan, kita minta agar perusahaan menggunakan potensi lokal yang ada" tambahnya.

PLTA Hasang ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas produksi sebanyak 13 x 3 megawat atau 39 megawatt. Hal ini sangat diapresiasi PLN karena, PLN masih sangat kekurangan pasokan listrik.
Total dana yang diperlukan PT BNE untuk pembangunan tersebut kurang lebih 2,7 trilyun rupiah. Proyek PLTA ini resmi dimulai dilaksanakan pembangunannya pada hari ini Kamis 19/1. Pembangunan ini rencanya akan berakhir pada Januari tahun 2020 dan akan memulai produksi listrik. Menurut rencana bahwa lama pembangunan listrik tenaga air ini akan membutuhkan waktu kurang lebih 39 bulan.

Setelah selesainya pembangunan ini maka rencanannya PLN akan membeli arus listrik ini dan membuat kontrak perjanjian kerja selama kurang lebih 30 tahun. Setelah itu maka PLTA Hasang atau PT BNE akan menjadi milik negara Republik Indonesia jika kedua belah pihak tidak memperpanjang kontraknya. (Net)
Leave A Reply