Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - Pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu mengakui jika barang haram narkotika jenis sabu yang masuk dalam lapas sering disisipkan pengunjung ke dalam mie instan 'Indomie'.

Sehingga lapas kerap kali sering kebobolan. Bahkan, dalam kurun waktu seminggu sudah 3 orang narapidana (napi) Lapas Rantauprapat kedapatan memiliki narkoba. Di bulan Februari 2017 penemuan narkoba di dalam Lapas Rantauprapat ada 2 kasus yakni Acin (37), warga Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu kedapatan mengantongi sabu-sabu seberat 3 gram pada 2 Februari 2017.

Selanjutnya petugas memergoki napi lainnya yakni Budi Rahmat alias Kelik (23) sedang membungkus sabu di kamar lapas, Sabtu (11/1/2017) sekira pukul 16.00 WIB, dengan barang bukti 2 paket kecil sabu, 4 buah pipet, gelang putih dan cincin.

Pihak lapas pun melakukan pengembangan terhadap Andi Siregar alias Andi Dono (28) dari kantongnya petugas menemukan 1 buah plastik kecil diduga sabu.

Kalapas Rantauprapat, I Made Darma Jaya melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Khairul Bahri saat dikonfirmasi di ruangannya, Minggu (12/2/2017) mengatakan,

"pihaknya tidak bisa berdalih jika hal tersebut adalah kelalaian. Namun katanya, petugas mengaku dilema dalam mengatasi masuknya narkoba ke dalam lapas. Kemungkinan besar penyebabnya dari tamu atau pengunjung. Disatu sisi kita melayani dan lainnya pengamanan. Jadi tidak semua bisa kita cek barang-barang yang masuk ke lapas. Sebab dalam 1 hari saja pengunjung yang datang mencapai 200 orang," jawabnya.

Diakuinya, saat ini banyak pengunjung memasukkan sabu ke dalam mie instan 'Indomie' dan pasta gigi. "Sedangkan sebagian lagi dilempar dari luar tembok. Makanya kita sering kebobolan," terang Khairul.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya saat mengharapkan bantuan dari pemerintah agar menyediakan disediakan alat pendeteksi narkotika. "Kita tidak ada alat pendeteksi. Kalau ada alat itu, mudah-mudahan dapat meminimalisir masuknya narkoba ke dalam lapas," katanya. (Net)
Leave A Reply